Selamat Tinggal Audisi Beasiswa PB Djarum di Tahun 2020

Audisi Umum PB Djarum tahun 2019 menjadi audisi umum bulu tangkis terakhir yang diadakan oleh Djarum Foundation. (Foto: merdeka.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Persatuan Bulu Tangkis (PB) Djarum menyatakan audisi beasiswa bulu tangkis tahun 2019 akan menjadi yang terakhir. Penghentian beasiswa ini menjawab polemik tuduhan eksploitasi anak yang dilayangkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada akhir Juli 2019.

“Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis kali ini juga saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena pada 2020 kami memutuskan menghentikan audisi umum. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kami hentikan dulu, biar reda dulu. Masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik,” ujar Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin seperti dikutip dari liputan6.com.

Awalnya, permasalahan ini muncul ke permukaan ketika Yayasan Lentera Anak dan Smoke Free Bandung menyoroti pemakaian seragam oleh anak-anak dengan logo Djarum Badminton Club. Logo yang identik dengan merek rokok tersebut dianggap membuat anak-anak tampak seperti mempromosikan rokok, sebuah barang yang setidaknya secara hukum dilarang untuk dijajakan kepada anak berusia di bawah 18 tahun.

KPAI kemudian berusaha meniadakan logo sponsor di seragam peserta dan mengganti nama audisi menjadi ‘Audisi Umum’ pada audisi yang berlangsung di Purwokerto mulai Minggu (08/09/19) hingga Selasa (10/09/19). Namun di tengah berlangsungnya audisi, PB Djarum menyatakan akan meniadakan audisi di tahun 2020.

Penghentian audisi beasiswa Djarum ini mengundang pro dan kontra dari masyarakat Indonesia. Di kanal media sosial Twitter, tagar #bubarkanKPAI masuk ke dalam topik hangat dengan total cuitan sebanyak 48 ribu twit. Di kanal Instagram pun banyak warganet yang menyuarakan rasa berat hati atas pemberhentian beasiswa ini.

PB Djarum merupakan sebuah bagian dari Djarum Foundation yang melatih anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia untuk menjadi atlet bulu tangkis. Berbasis di Kudus, Jawa Timur, PB Djarum tidak main-main dalam hal ‘menggembleng’ atlet-atletnya. Hal ini terbukti dari banyaknya atlet Indonesia jebolan PB Djarum. Legenda bulu tangkis Indonesia Liem Swie King merupakan salah satunya. Ada pula Tontowi Ahmad, pentolan ganda campuran Indonesia yang sempat dipasangkan dengan Liliana Natsir. Tak ketinggalan, Kevin Sanjaya Sukamuljo yang dinobatkan sebagai pebulu tangkis peringkat satu dunia di sektor ganda putra bersama dengan Marcus Fernaldi Gideon juga merupakan atlet yang lahir dari PB Djarum.

Penulis: Andi Annisa Ivana Putri

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: merdeka.com

Sumber: liputan6.com, cnn.com