• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Wednesday, April 29, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Opini

Budaya, Warisan yang Mendarah Daging

sintiaastarina by sintiaastarina
September 25, 2014
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
SHARES
785
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menurut saya, kebudayaan adalah warisan yang sadar atau tidak sadar telah mendarah daging dalam kehidupan kita. Beruntunglah bangsa Indonesia memiliki keberagaman budaya. Mulai dari ritual daerah, tari-tarian, hingga beragam musik daerah dengan iringan instrumental yang berbeda. Permasalahannya, sangat disayangkan apabila warisan budaya ini mulai memudar eksistensinya.

Belakangan, generasi muda lebih cenderung menyukai hal yang “kekinian”. Sebaliknya, mereka justru kurang tanggap terhadap hal-hal yang identik dengan kesenian daerah. Rasanya ada yang perlu ditambahkan dalam upaya menanamkan kecintaan masyarakat terhadap tanah air. Namun, perlu diakui pula jika kesadaran personal amat dibutuhkan. Ya, mempelajari kesenian daerah bukan hanya masalah pendiktean secara tutur dan perilaku, melainkan juga pemahaman dan penghayatan.

Sebagai salah satu mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, upaya yang dilakukan untuk menyalurkan rasa cinta tanah air adalah dengan mengajarkan musik daerah kepada murid Sekolah Dasar (SD). Bayangkan jika di usia mereka saat ini, mereka lebih sering mendengar musik modern yang bahkan tak jarang mengandung unsur kekerasan. Akan lebih baik, jika di usia seperti mereka, mulai ditanamkan rasa nasionalis dengan cara mengajarkan kesenian tradisional yang kita miliki.

Musik daerah tidak akan pernah lekang oleh waktu jika kita peduli. Hal ini terjadi karena musik daerah berbeda dengan musik kekinian yang mudah datang dan pergi. Musik daerah memiliki jiwanya sendiri. Mungkin pada awalnya kita tidak menyukainya, tetapi jika kita sudah mempelajarinya, dunia musik kedaerahan itu ternyata luar biasa.

Jika ada yang bilang musik daerah itu kuno, hal ini menandakan orang tersebut kurang cinta terhadap budaya dan musik tradisional Indonesia. Jika kita mencintai negara kita, maka cintailah budayanya. Jika seni tradisional belum dipelajari mungkin terlihat rumit, tetapi jika sudah dipelajari tentu pasti bisa dan pasti cinta.

[divider] [/divider] [box title=”Info”]

Oleh Fenni Pratiwi – Mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) 2013

Ditulis ulang oleh Firqha Andjani

Editor: Desy Hartini

Foto: //dinaspariwisataposo.files.wordpress.com/2011/02/festival-danau-lindu.jpg

[/box]
sintiaastarina

sintiaastarina

Related Posts

Konflik
Opini

Perang Iran–Israel: Penjelasan Konflik dan Dampaknya terhadap Dunia

April 25, 2026
Ilustrasi anti kekerasan seksual yang terinspirasi dari karya “Tangan Bicara, Pelaku Tak Berdaya” oleh Diani Apsari. (ULTIMAGZ/Gabri Perboire)
Lainnya

Pelecehan Verbal Dianggap Banal, Sejak Kapan Komentar Seksual ‘Cuma Bercanda’?

April 20, 2026
Seseorang menyukai video fan edit ship K-pop di media sosial. (ULTIMAGZ/Iskandar Gautama)
Budaya

Idola Bukan Karakter Fiksi: Menimbang Etika Shipping Culture K-pop

March 18, 2026
Next Post

Sayang Kalau Jadi Mahasiswa Kupu-kupu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × two =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021