Brooklyn Nine-Nine: Mengatasi Kejahatan dengan Balutan Jenaka

Serial televisi komedi Brooklyn Nine-Nine menceritakan tentang sekumpulan detektif dari Brooklyn, New York dan kegiatan mereka sehari-hari dalam menangani berbagai macam kasus kriminal. Serial ini juga baru merilis musim keenamnya pada 10 Januari kemarin. (Sumber foto: tracking-board.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com—Bekerja di kepolisian yang bertanggung jawab dalam menghadapi aksi kriminal dan menjaga keamanan kota bukanlah suatu profesi yang mudah dilakukan. Seorang polisi diutus untuk selalu melaksanakan kewajibannya dengan serius. Misalnya saja dari risiko yang harus diambil ketika menjalani kasus yang berbahaya hingga berada di situasi dilema yang mengharuskannya untuk membuat keputusan berat. Namun, hal tersebut tak berlaku pada detektif New York City Police Department (NYPD) seperti Jake Peralta (Andy Samberg). Kewajiban ini kerap ia lakukan dengan perilakunya yang santai dan optimis.

Jake sendiri merupakan salah satu karakter dari serial televisi komedi bertajuk Brooklyn Nine-Nine. Serial yang digarap oleh Dan Goor dan Michael Schur ini menceritakan tim detektif dari sebuah kantor polisi ke-99 NYPD atau yang lebih dikenal dengan sebutan Nine-Nine yang berlokasi di Brooklyn, New York.

Dipimpin oleh Kapten Raymond Holt (Andre Braughner), tim tersebut terdiri dari Jake Peralta, Amy Santiago (Melissa Fumero), Charles Boyle (Joe Lo Truglio), Rosa Diaz (Stephanie Beatriz), Michael Hitchcock (Dirk Blocker), dan Norm Scully (Joel McKinnon Miller).

Para detektif dibawahi oleh Sersan Terry Jeffords (Terry Crews). Mereka bertugas melaporkan segala kegiatan kepolisian yang telah dilakukan kepadanya. Di sisi lain, kantor polisi juga dilengkapi oleh kehadiran administrator sipil yang aktif di media sosial bernama Gina Linetti (Chelsea Perreti).

Brooklyn Nine-Nine mampu menyajikan konsep cerita yang unik dengan menggambarkan kasus kejahatan atau isu realistis yang serius dengan perpaduan humor yang ciamik. Selain itu, adanya catchphrase atau kutipan yang sering ditemukan dalam beberapa episode, terutama yang dilontarkan oleh Jake kepada rekan-rekan detektifnya, juga membuat serial ini semakin menarik untuk diikuti. Meski demikian, durasi yang cukup pendek cenderung membuat alur dalam beberapa episode terkesan terburu-buru.

Meskipun mengangkat tema kepolisian, serial televisi yang tayang pertama kali pada 2013 silam ini juga mengisahkan tentang kekeluargaan para anggota Nine-Nine di luar pekerjaan mereka sebagai detektif. Hal ini ditunjukkan dalam salah satu bagian episode 12 pada musim kedua di mana seluruh anggota mengadakan liburan akhir pekan di sebuah rumah di tepi pantai.

Adanya aspek kekeluargaan yang diangkat mampu menyampaikan sebuah pesan bahwa meskipun terdiri dari beraneka ragam kepribadian, suatu kelompok dapat menciptakan ikatan yang kuat dengan satu sama lain. Gambaran ini dapat dilihat pada anggota Nine-Nine yang masing-masing mempunyai sikap dan perilaku yang berbeda dari satu sama lain.

Sempat dikabarkan batal setelah mengakhiri musim kelimanya, Brooklyn Nine-Nine telah kembali ke layar televisi dengan musim keenam yang resmi rilis pada 10 Januari kemarin. Meskipun tidak disiarkan di stasiun televisi Indonesia, penonton masih dapat menyaksikannya di layanan media streaming Netflix.

 

Penulis: Audrie Safira Maulana

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: tracking-board.com