SERPONG, ULTIMAGZ.com – Manusia mulai menggambar sejak masa prasajerah dengan lukisan gua yang menjadikannya sebagai karya seni tertua, dilansir dari cnnindonesia.com. Konon, manusia purba melakukan itu untuk mencatat dan menceritakan kehidupan mereka.
Pada masa kini pun, menggambar merupakan salah satu cara pengekspresian diri. Bagi beberapa orang, menggambar merupakan bagian dari kehidupan mereka. Ada yang menggambar untuk memperlihatkan keindahan dan ada pula yang ingin menyampaikan sebuah cerita.
Baca juga: AI Art Generator Marak Digunakan, Bagaimana Nasib Seniman?
Namun, menggambar juga merupakan sebuah proses yang menguras tenaga. Selain memerlukan kreativitas, kepercayaan diri para seniman dipertaruhkan. Semua perasaan bertentangan mengenai seni menjadi salah satu tema utama di film Look Back.
Melansir imdb.com, Look Back adalah film animasi yang mengikuti seniman muda bernama Ayumu Fujino. Kerap dipuji karena manganya di koran sekolah, menjadikan Fujino cukup percaya diri dengan kemampuannya.
Namun, semua ini mulai runtuh ketika murid lain bernama Kyomoto ikut gambar untuk koran sekolah mereka. Gambar latar Kyomoto yang realistis menuai lebih banyak pujian dibanding manga humoris Fujino.
Terdorong rasa iri, Fujino memaksakan dirinya untuk menggambar setiap saat demi melampaui Kyomoto. Lambat laun, rasa irinya terganti oleh kepasrahan terhadap gambarnya yang tidak berkembang. Inferioritas tersebut membuat Fujino berhenti menggambar.
Pada hari kelulusannya, Fujino bertemu pertama kali dengan Kyomoto yang mengakui dirinya sebagai penggemar berat karyanya. Pujian tersebut mendorong Fujino kembali menggambar dan bahkan mengajak Kyomoto untuk membuat manga bersama.
Berdurasi 57 menit, film yang mengadaptasi karya Tatsuki Fujimoto ini memiliki penulisan yang realistis dan bermakna. Karakter Fujino merupakan representasi akurat bagi para seniman yang terkadang merasa minder atau bahkan muak dengan menggambar, dilansir jakartaglobe.id.
Baca juga: “The Breakfast Club” Ajarkan Adanya Persamaan dalam Kehidupan Lima Remaja Berbeda
Selain itu, persahabatan antara Fujino dan Kyomoto akan menarik hati Ultimates. Walaupun memiliki sifat dan pandangan terhadap seni yang berbeda, Ultimates pasti akan senang dan terharu melihat perjalanan persahabatan kedua gadis ini.
Di bawah ini adalah trailer Look Back yang bisa Ultimates saksikan.
Penulis: Kristy Charissa Lee
Editor: Josephine Arella
Foto: screenrant.com
Sumber: imdb.com, cnnindonesia.com, jakartaglobe.id
Some times its a pain in the ass to read what people wrote but this internet site is really user genial! .
I like this website because so much utile material on here : D.
I am continuously looking online for articles that can help me. Thanks!
Greetings from Florida! I’m bored to death at work so I decided to check out your blog on my iphone during lunch break. I love the information you provide here and can’t wait to take a look when I get home. I’m surprised at how fast your blog loaded on my mobile .. I’m not even using WIFI, just 3G .. Anyways, amazing blog!