• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, March 14, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Bukan Bahasa Inggris Asli? Ini Cerita di Balik “Long Time No See”

Victoria Nadine Gunawan by Victoria Nadine Gunawan
April 30, 2025
in Lainnya, Lifestyle, Literatur
Reading Time: 2 mins read
Ilustrasi seseorang menggunakan frasa long time no see kepada rekannya (freepik.com)

Ilustrasi seseorang menggunakan frasa long time no see kepada rekannya (freepik.com)

0
SHARES
125
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Long time no see, sebuah ungkapan yang terdengar akrab dan bersahabat. Namun, siapa sangka ungkapan yang sering Ultimates ucapkan saat bertemu teman lama ternyata menyimpan jejak sejarah lintas budaya dan grammar yang salah?

Melansir dari goeastmandarin.com dan crossidiomas.com, frasa ini berangkat dari dua teori. Pertama, ungkapan ini diyakini berasal dari Pidgin English, bahasa campuran yang berkembang ketika dua kelompok dengan bahasa berbeda mencoba berkomunikasi tanpa memiliki bahasa yang sama. 

Baca juga: Starbucks Indonesia Buka Gerai Bahasa Isyarat Pertama

Bahasa Pidgin umumnya memiliki struktur yang sederhana, kosakata terbatas, serta tidak memiliki gramatikal yang kompleks. Ciri-ciri inilah yang menjelaskan mengapa frasa long time no see terdengar tidak lazim dalam susunan bahasa inggris formal, dilansir dari britannica.com.

Selain teori dari Pidgin english, ada pula pandangan lain yang menjelaskan bahwa frasa ini merupakan terjemahan langsung bahasa Mandarin oleh imigran Tionghoa di Amerika pada abad ke-19. Frasa Mandarin seperti hǎojiǔ bú jiàn atau hǎojĭu méi jiàn yan memiliki arti yang sama dengan long time no see, “sudah lama tidak bertemu”, dilansir dari wordhistories.net. 

Baca juga: Jelajahi Lebih Dalam Budaya Minum Teh Inggris

Namun, dari sisi tata bahasa, frasa ini tidak memiliki subjek dan kata kerja yang tepat. Susunan long time no see secara literal berarti “waktu lama tidak lihat”, yang tidak sesuai dengan struktur kalimat formal dalam bahasa Inggris. Selain itu penggunaan kata “no” di sini dianggap tidak tepat karena tidak berfungsi sebagai penyangkalan terhadap kata kerja. Dengan demikian, sebagai solusi alternatif yang lebih tepat, kalimat tersebut seharusnya berbunyi  I haven’t seen you in a long time.

Uniknya, kesalahan gramatikal ini tidak dilihat sebagai hal negatif, melainkan sebuah keunikan. Kekurangan tersebut justru menjadi bukti bahwa bahasa terus berkembang secara dinamis, menyesuaikan dengan interaksi budaya yang berlangsung. Frasa ini akhirnya menambah warna pada bahasa Inggris modern dan menjadi bukti bahwa bahasa berkembang melalui pengaruh lintas budaya.

 

Penulis: Victoria Nadine Gunawan

Editor: Kezia Laurencia

Foto: freepik.com

Sumber: britannica.com, crossidiomas.com, goeastmandarin.com. wordhistories.net

Victoria Nadine Gunawan

Victoria Nadine Gunawan

Related Posts

Beberapa film Remake dan Reboot di Hollywood (hollywoodinsider.com)
Film

Fenomena Remake dan Reboot di Hollywood: Apa Alasannya?

March 13, 2026
Goodbye Eri
Literatur

Goodbye Eri: Ketika Duka Menjadi Seni

March 11, 2026
Ilustrasi tidur lelap. (detik.com)
Lainnya

Apa Peran Tidur Dalam Menyimpan Ingatan Jangka Panjang?

March 10, 2026
Next Post
Film Horror

Fenomena Hantu Perempuan: Mengapa Populer di Film Horor Indonesia?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 4 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021