• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, August 30, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Darurat Literasi Anak: Kupas Akar Masalah dan Solusinya

Novela Chin by Novela Chin
February 19, 2024
in Iptek, Lainnya
Reading Time: 3 mins read
Penyebab darurat literasi di Indonesia. (lifestyle.kompas.com)

Penyebab darurat literasi di Indonesia. (lifestyle.kompas.com)

0
SHARES
110
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Pendidikan menjadi hal yang penting di semua negara, termasuk Indonesia. Namun, dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia sebesar 273,8 juta. Nyatanya tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini yang membuat Indonesia berada dalam fase darurat literasi.

Melansir dari gpseducation.oecd.org, skor kemampuan membaca Indonesia pada Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA) 2022 menurun dibandingkan 2018. Skor kemampuan baca Indonesia yang mencapai 359 pada 2022, ternyata turun sebanyak 22 poin dari 2018. Tidak hanya itu, poin tersebut juga masih tertinggal dari rata-rata global, yaitu 476 poin.

Baca juga: Literasi Baca Rendah Pengaruhi Perilaku Warganet Indonesia

Lantas mengapa darurat literasi dapat terjadi di Indonesia? Terdapat beberapa akar masalah yang menyebabkan rendahnya kemampuan baca masyarakat Indonesia, yaitu sebagai berikut. 

1. Digitalisasi Membuat Masyarakat Beralih ke Gadget 

Kehadiran teknologi informasi terus berkembang diberbagai negara, termasuk Indonesia. Pada 2023 tercatat orang di Indonesia mengakses internet selama kurang lebih 7 jam per hari, dilansir dari datareportal.com. Melansir dari kompaspedia.kompas.id, pada 2021 sebanyak 75,03 persen anak usia 7 s.d.17 tahun di Indonesia pernah mengakses internet. 

Melansir dari databoks.katadata.co.id, tren penerbitan judul buku baru di Indonesia yang didistribusikan melalui Gramedia terus menurun sejak 2016 s.d. 2020. Gramedia diketahui menyerap 37 persen total judul buku baru yang terbit secara nasional. 

Grafik penerbitan buku melalui Gramedia. (databoks.katadata.co.id)
Grafik penerbitan buku melalui Gramedia. (databoks.katadata.co.id)

Pada 2023 dilakukan survei mengenai media yang dipilih untuk membaca buku. Berdasarkan survei tersebut 83 persen responden Indonesia memilih handphone sebagai media membaca buku,12 persen memilih buku fisik, dan 1 persen memilih tablet sebagai media membaca. Hal ini membuat pembaca buku fisik di Indonesia lebih rendah jika dibandingkan  Jepang dengann persentase pembaca buku fisik sebesar 71 persen databoks.katadata.co.id.

Grafik media baacan yang digunakan responden Indonesia. (databoks.katadata.co.id)
Grafik media baacan yang digunakan responden Indonesia. (databoks.katadata.co.id)

2. Kurangnya Akses Bacaan

Buku merupakan akses penting bagi generasi penerus bangsa untuk mengembangkan pengetahuan. Namun, pada kenyataannya terdapat kesulitan mengakses buku di Indonesia. 

Melansir dari tirto.id, dari semua sekolah dasar yang ada di Indonesia hanya 61 persen yang memiliki perpustakaan dan dari jumlah tersebut hanya 31 persen yang berada dalam kondisi baik. Tidak hanya itu, buku yang ditulis dengan formal dan tidak menarik juga membuat siswa dan anak-anak memiliki pandangan yang buruk terhadap buku.

3. Kemiskinan

Kemiskinan juga turut andil menyumbang rendahnya tingkat minat baca di Indonesia. Anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak dapat merasakan pendidikan yang sama dengan anak-anak lainnya. Hal ini juga dirasakan saat mereka ingin mengakses buku, terutama yang berada di pelosok daerah. Keterbatasan ekonomi inilah yang menyebabkan anak-anak tidak mendapat kesempatan melakukan literasi.

 

Merespon masalah darurat literasi di Indonesia, berikut adalah beberapa solusi yang dapat dilakukan guna meningkatkan minat baca pada anak.

1. Peningkatan Sarana Bacaan

Penyediaan fasilitas seperti perpustakaan akan mempermudah akses baca untuk anak-anak. Untuk meningkatkan koleksi bacaan buku di perpustakaan dapat dilakukan dengan menyumbangkan buku-buku pendidikan dan fiksi untuk membantu mereka yang membutuhkan.

2. Memanfaatkan Teknologi

Menerapkan teknologi dalam program literasi dapat membuat orang lebih tertarik. Mislanya, pengembangan aplikasi bacaan digital, belajar daring, dan audiobook yang memiliki fitur unik, sehingga pembaca tidak cepat bosan. Hal ini membuat teknologi dapat digunakan sebagai sarana literasi terdepan.

3. Penguatan Lingkungan Sosial

Salah satu faktor pendukung minat baca adalah dorongan dari keluarga dengan cara membangun kebiasaan senang membaca sejak dini. Maka dari itu, orang tua dan keluarga memiliki peran penting dalam perkembangan literasi anak. Tidak hanya itu, berbagi cerita dan buku dengan teman juga mendorong keinginan seseorang untuk membaca.

Baca juga: Memupuk Kembali Budaya Literasi Membaca

Melihat penurunan tingkat literasi anak Indonesia, Ultimates dapat berkontribusi dalam mengubah hal tersebut. Cara ini dapat dilakukan mulai dari hal kecil, seperti membacakan buku untuk sanak saudara atau menyumbangkan buku yang sudah tidak terpakai ke perpustakaan atau lembaga sosial. 

 

 

Penulis: Novela Chin

Editor: Mianda Florentina

Foto: lifestyle.kompas.com, databoks.katadata.co.id

Sumber:   gpseducation.oecd.org, datareportal.com, kompaspedia.kompas.id, tirto.id, databoks.katadata.co.id

Tags: darurat literasidarurat literasi Indonesiagramediakebiasaan membacakecanduan gadgetkemiskinankompasliterasiPerpustakaanumn
Novela Chin

Novela Chin

Related Posts

Pesta Bebas Berselancar
Lainnya

Pesta Bebas Berselancar 2025 Umumkan Daftar Penampilan Spesial dan Kolaborator

July 16, 2025
Aksi Kamisan ke-860 digelar di seberang Istana Merdeka, Kamis (08/05/25), untuk mengenang Marsinah dan menolak wacana Soeharto sebagai pahlawan nasional. (ULTIMAGZ/Putri C. Valentina)
Event

Mengenang 32 Tahun Kematian Marsinah Lewat Aksi Kamisan Ke-860

July 16, 2025
Kapel Sistina dalam pelaksanaan konklaf. (reuters.com)
Lainnya

Kenali Konklaf: Proses Pemilihan Paus yang Sangat Dirahasiakan

July 16, 2025
Next Post
Foto novel “Hujan” karya Tere Liye. (Suara.com)

Hujan Karya Tere Liye, Bagikan Kisah Cinta Masa Depan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × two =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021