“Rumah Rindu”: Merespons Pandemi, Mengeksplor Rumah, Merayakan Rindu

Rumah Rindu
"Rumah Rindu", buku puisi teranyar Theoresia Rumthe & Weslly Johannes yang terinspirasi pandemi COVID-19. (ULTIMAGZ/Charlenne Kayla Roeslie)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com — Pandemi yang terjadi saat ini membuat kita rindu akan banyak hal: perjalanan, jajanan favorit, dan orang-orang terkasih. Pandemi ini membuat kita mendekam di rumah, bersama diri sendiri dan kebosanan, juga kekhawatiran dan keinginan-keinginan yang harus ditunda.

Banyak cara bisa kita lakukan untuk merespons pandemi dan membunuh kebosanan. Kebanyakan dari kita mungkin mencoba memasak, membaca buku, atau bercakap di telepon. Namun, hal berbeda dilakukan pasangan penyair Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes. Keduanya merespons pagebluk COVID-19 dengan menulis banyak puisi tentangnya, bahkan menerbitkan satu buku kumpulan puisi berjudul “Rumah Rindu”.

Kumpulan puisi yang terbit secara digital pada April lalu ini berisi 25 puisi yang terinspirasi oleh keadaan saat ini. Dengan diksi yang apik, Theo dan Weslly bicara soal jarak, rindu, ketakutan, dan—tentu saja—rumah. Kebanyakan puisi dalam buku ini berlatar rumah dan kamar, juga berisi kegiatan-kegiatan domestik, seperti menjemur pakaian atau mencuci piring.

Tak hanya aspek keruangan rumah dan kegiatan yang dapat dilakukan di dalamnya, “Rumah Rindu” juga mengeksplor konsep ‘rumah’ itu sendiri. Rumah bisa saja berupa ibu, kekasih, bahkan Tuhan. Ia bisa saja membuatmu ingin pergi atau rindu pulang. Dalam puisi berjudul “Rindu” misalnya, Theo dan Weslly bicara tentang bagaimana manusia berpindah dari ‘rumah’ satu ke ‘rumah’ yang lain sepanjang hidup.

“Rumah Rindu” adalah buku kumpulan puisi ketiga yang pasangan ini kerjakan bersama. Kolaborasi-kolaborasi mereka sebelumnya, yakni “Tempat Paling Liar di Muka Bumi” dan “Cara-Cara Tidak Kreatif untuk Mencintai” berisi puisi-puisi cinta yang mereka tulis untuk sama lain. Meski “Rumah Rindu” terinspirasi oleh sebuah wabah, puisi-puisi di dalamnya nyatanya tetap berkisah tentang cinta dan rindu kepada keluarga, kekasih, juga nasib.

Membaca “Rumah Rindu” mengingatkan kita, bahwa di tengah pandemi yang memaksa semua orang berdiam di rumah, orang-orang pun masih merindukan ‘rumah’ mereka masing-masing. Dalam perjalanan panjang menuju ‘rumah’, “Rumah Rindu” karya Theo dan Weslly menyediakan tempat yang aman dan nyaman untuk singgah dan beristirahat sejenak.

 

Penulis: Charlenne Kayla Roeslie

Editor: Maria Helen Oktavia

Foto: Charlenne Kayla Roeslie