Kondisi Cuaca Tak Terduga Jadi Sebab Gedung D UMN Tergenang

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi Umum, Andrey Andoko usai diwawancarai perihal tergenangnya Gedung D Universitas Multimedia Nusantara, Senin (11/9/17) di Gedung A lantai 9.
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Menanggapi pemberitaan tentang tergenangnya Gedung D Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Andrey Andoko meluruskan beberapa aspek terkait informasi-informasi yang tercantum dalam artikel tersebut. Tergenangnya Gedung D, tidak terlepas dari persoalan cuaca yang tidak terduga.

“Karena hujan deras dan angin, maka perlu waktu untuk drainase untuk mengalirkan air,” jelas Andrey saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (11/09/17).

Desain open space Gedung D diaplikasikan sebagai upaya membuat gedung menjadi hemat energi. Meskipun demikian, desain terbuka ini memberikan dampak positif dan juga negatif khususnya tampias air hujan memasuki gedung.

“Seperti di Gedung C, kalau hujan pasti di pinggirannya itu basah. Oleh karena itu pada pinggirannya dibuatkan besi yang ada grill-nya itu (grating) agar air langsung mengalir ke bawah,” sambungnya.

Dirinya membenarkan akan konsekuensi gedung terkena tampias selepas hujan, juga adanya pekerjaan yang belum diselesaikan pada sisi timur gedung yang belum tertutup panel alumunium.

“Hanya memang kalau hujan seperti kemarin, ya di luar prediksi. Dalam tanda kutip, bencana kecil,” pungkasnya saat diwawancarai.

Di sisi lain, desain gedung membuat air hujan tidak terbuang begitu saja ke saluran air kotor. Sebagian air akan tertampung terlebih dahulu dalam sumur resapan, yang kemudian kembali ke dalam tanah. Hal ini guna mengisi air tanah untuk kebutuhan air gedung.

Pihak kampus juga sudah mempersiapkan cara untuk memerangi masalah ini. Dimulai dari grating pada pinggiran lantai dasar, penyempurnaan saluran drainase, dan menambah tanaman seperti yang sudah ada pada Gedung C.

Kehadiran tanaman di lingkungan kampus ini memiliki dua fungsi. Pertama sebagai sumber oksigen dan kedua membantu penyerapan air hujan guna mengurangi risiko hal serupa terjadi lagi.

Menanggapi lift yang teraliri air pada saat kejadian itu, Andrey juga memberikan klarifikasi terhadap rekaman singkat yang tersebar di kalangan mahasiswa.

“Lift itu kan sebenarnya di bawahnya (ada) lubang,” terangnya. “Bukan liftnya keluar air, bisa jadi kebetulan pas di lift di lantai tersebut. Ya pintunya pasti kurang rapat, ada celah, ya airnya (dari genangan) masuk,” tutupnya.

Penulis: Gabrielle Alicia Wynne Pribadi

Editor: Christian Karnanda Yang

Foto: Gabrielle Alicia Wynne Pribadi