• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Wednesday, March 11, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Olahraga

Anggar, Seni Bela Diri Menggunakan Pedang Tumpul Asal Eropa

Jessica Kannitha by Jessica Kannitha
March 25, 2024
in Olahraga
Reading Time: 2 mins read
Foto pertandingan anggar, olahraga asal Jerman dan Italia. (cbc.ca)

Foto pertandingan anggar, olahraga asal Jerman dan Italia. (cbc.ca)

0
SHARES
570
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Sejak penayangan drama Korea “Twenty Four Twenty One”, olahraga anggar mulai banyak diminati masyarakat Indonesia. Lantas, apakah Ultimates tahu apa itu olahraga anggar?

Kata ‘anggar’ dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Perancis, yaitu ‘en garde’ yang memiliki makna bersiap. Pada awalnya, anggar merupakan bentuk pelatihan militer di Jerman dan Italia, akan tetapi kemudian berubah menjadi salah satu cabang olahraga bela diri pada abad ke-14.

Baca juga: Mengenal Taekwondo, Seni Bela Diri Terkenal dari Korea Selatan

Pada awalnya, anggar merupakan olahraga yang benar-benar mempertaruhkan nyawa karena tidak menggunakan pelindung badan dan memakai pedang asli. Akan tetapi seiring perkembangan zaman, pedang anggar diubah menjadi lebih lentur dan berujung tumpul.

Melansir merdeka.com, terdapat tiga jenis senjata anggar yang berbentuk seperti pedang dan digunakan dalam olimpiade. Di antaranya adalah foil, épée, dan saber yang memiliki berbagai jenis karakteristik, teknik, serta area target penilaian.

Ilustrasi jenis pedang anggar dan area target penilaiannya. (davisfencingacademy.com)
Ilustrasi jenis pedang anggar dan area target penilaiannya. (davisfencingacademy.com)

Selain menggunakan sebuah senjata, para atlet anggar juga dilengkapi dengan masker, lamé (jaket yang terbuat dari logam), pelindung tubuh, dan baju serta celana khusus. Pakaian ini wajib digunakan oleh atlet anggar demi keamanan dan kenyamanan tubuh mereka ketika berolahraga.

Olahraga anggar dilakukan secara berpasangan di area dengan luas 14 x 1,5 meter yang dilapisi dengan gabus dan dilengkapi dengan kabel yang terhubung dengan sistem penilaian elektronik. Jika tersentuh, sistem penilaian elektronik secara otomatis mendeteksi pergerakan para atlet dan menambahkan skor salah satu atlet.

Ada tujuh teknik yang harus dikuasai oleh para atlet anggar. Tujuh teknik tersebut, yaitu teknik kuda-kuda, melangkah, gerak, menyerang, menangkis, menghindar, serta hormat yang dilakukan sebelum pertandingan dimulai.

Sama seperti olahraga lainnya, terdapat tiga bentuk pelanggaran menggunakan kartu berwarna pada olahraga anggar, yaitu kartu kuning, merah, dan hitam. Jika telah mendapat kartu hitam, atlet akan dikeluarkan dari pertandingan.

Baca juga: Kyokushin, Aliran Karate dengan Teknik Bertarung Tanpa Pelindung

Pada awal permainan, wasit akan memberikan kalimat aba-aba dalam bahasa Perancis untuk memulai pertandingan. Aba-aba tersebut berbunyi “en garde, pret, allez!” yang berarti bersedia, siap, dan mulai.

Selain melatih ketepatan dan konsentrasi, anggar juga menyimpan keindahan seni serta mendorong para atlet untuk mengelabui lawan dengan menyusun strategi. Jadi, apakah Ultimates tertarik untuk mempelajari olahraga anggar? 

 

 

Penulis: Jessica Kannitha

Editor: Cheryl Natalia

Foto: cbc.ca, davisfencing.com

Sumber: merdeka.com, reportasee.com, deepublishstore.com, kumparan.com, idntimes.com, sports.okezone.com, kids.grid.id, davisfencingacademy.com

Tags: allezanggarbela dirien gardeEropaItaliaJermanketepatankonsentrasimiliterolahragapedangPerancispretSenistrategiteknik
Jessica Kannitha

Jessica Kannitha

Related Posts

George Russell (Mercedes) memenangkan Australia Grand Prix Formula 1 (08/03/2026) (Formula 1)
Hiburan

Era Baru, Dominasi Baru: George Russell Bawa Mercedes Kuasai GP Australia 2026

March 10, 2026
Alysa Liu selesai mampilkan rutinnya di ajang Olimpiade Musim Dingin di Milan (olympics.com)
Olahraga

Empat Tahun Hiatus, Ini Alasan Alysa Liu Kembali ke Dunia Seluncur Indah

February 24, 2026
Alysa Liu (tengah) merayakan kemenangan di podium bersama peraih medali lainnya, Kaori Sakamoto (kiri) dan Ami Nakai (kanan) (19/02/26) (theguardian.com)
Olahraga

Puasa 24 Tahun, Alysa Liu Hadiahkan AS Emas di Olimpiade Musim Dingin 2026

February 21, 2026
Next Post
Asia Tenggara

Kreatif dan Penuh Semangat, Kenali 5 Band Indie Asal Asia Tenggara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 2 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021