SERPONG, ULTIMAGZ.com – Berbagai istilah muncul di kalangan generasi Z (Gen Z) untuk memaknai suatu hal yang sebelumnya tidak terpikirkan. Muncul istilah seperti situationship dan parasocial relationship, sebuah istilah hubungan yang dimiliki antara dua pihak atau bahkan secara sepihak. Mungkin Ultimates familier dengan kata-kata ini, atau bahkan berada dalam hubungan yang dimaksud.
Melansir bbc.com, kata situationship dan parasocial masuk ke nominasi Word of the Year 2023 oleh Oxford University Press. Ini menjadi bukti kepopuleran istilah tersebut yang bahkan masih sering digunakan hingga saat ini.
Baca juga: Hubungan Parasosial dengan Idol, Privasi Idol Direnggut Habis
Situationship, Hubungan Romantis yang Ambigu
Kata situationship merupakan gabungan dari kata situation dan relationship yang memiliki arti hubungan situasional. Kembali mengutip BBC, situationship didefinisikan sebagai ikatan romantis atau seksual yang tidak dianggap resmi dan diputuskan.
Tidak seperti orang pacaran pada umumnya, situationship terjalin tanpa komitmen dan kejelasan meski keduanya sama-sama didasari oleh perasaan romantis. Melansir cnnindonesia.com, Christie Tcharkhoutian, terapis pernikahan dan keluarga, mengatakan situationship ditandai dengan banyaknya alasan di momen ‘pasangan’ saat dibutuhkan. Alasan seperti adanya kesibukan pekerjaan, bertemu keluarga, atau janji temu dengan teman. Alasannya memang sederhana, dapat dimaklumi tetapi hal ini terus berulang.
Oleh karena status hubungan yang abu-abu, keduanya tidak terikat dan memiliki keharusan untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain. Hubungan yang terjalin ini rupanya menjadi cara bagi Gen Z untuk menghindar dari ikatan agar fokus pada hal lain seperti pendidikan dan karier, dilansir dari kompas.id.
Selain itu, Gen Z memiliki kendala untuk langsung memulai hubungan serius dengan pasangan. Melansir dari hinge.co, hasil riset aplikasi kencan Hinge pada 2025 menunjukkan bahwa Gen Z kesulitan dalam memulai percakapan untuk membangun suatu hubungan. Dari 30.000 responden yang Hinge kumpulkan, 86% di antaranya merasa ingin memperdalam hubungan selain melalui percakapan. Namun, 36% dari responden ragu untuk memulai percakapan di kencan pertama.
Faktor ini diidentifikasi Hinge sebagai kesenjangan komunikasi. Hal ini digambarkan dengan ketidaksesuaian antara ikatan lebih dalam yang diinginkan oleh responden dan kesediaan mereka untuk memulainya.
Parasocial Relationship yang Terjadi Sepihak
Selain menjadi kandidat Word of the Year 2023 oleh Oxford, Cambridge Dictionary juga menjadikan kata parasocial Word of the Year pada 2025. Istilah parasocial atau parasosial didefinisikan sebagai hubungan yang dirasakan sepihak oleh seseorang antara dirinya dan tokoh terkenal. Entah seorang artis, karakter dari buku, film, atau bahkan kecerdasan buatan.
Melansir cnbc.com, media sosial, Taylor Swift, dan juga chatbot kecerdasan buatan memiliki peran besar dalam terpilihnya kata parasosial sebagai word of the year 2025 oleh Cambridge Dictionary. Hal ini dikarenakan banyak penggemar dari tokoh masyarakat, salah satunya Taylor Swift, merasa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan idolanya padahal tidak ada hubungan personal di baliknya.
Media sosial menjadi perantara hubungan parasosial sepihak yang terjalin antara penggemar dan idolanya. Melalui media sosial, mereka dapat mengikuti aktivitas, kehidupan pribadi, dan juga percintaan dari sang idola seakan-akan menjadi bagian di dalamnya.
Melansir dw.com, saat Taylor Swift mengumumkan pertunangannya di media sosial, ribuan penggemar mengunggah reaksi mereka atas berita tersebut. Ada dari mereka yang berteriak kesenangan dan ada juga yang menangis karena terharu. Berbagai macam respons emosional yang muncul merupakan bentuk dari hubungan parasosial. Penggemar memiliki ikatan mendalam dengan kehidupan pribadi Taylor sehingga mereka turut melibatkan diri seolah-olah selebriti tersebut adalah teman terdekatnya.
Selain itu, media sosial juga menjadi penghubung seseorang dengan kecerdasan buatan. Popularitas chatbot kecerdasan buatan di media sosial membuatnya menjadi tren.
Simone Schnall, profesor psikologi eksperimental Universitas Cambridge menyampaikan pada CNBC bahwa chatbot kecerdasan buatan dapat menumbuhkan ikatan tertentu seperti hubungan pertemanan atau romantis yang diyakini orang secara sepihak. Bukan hanya kepada generasi muda, melainkan pada mereka yang kesepian dan menghabiskan banyak waktu di depan layar.
Baca juga: Putus Sekarang Juga! 5 Tanda Harus Akhiri Hubungan
“Mereka disebut chatbot karena membuat kita merasa bertukar pesan seperti biasa dengan seseorang. Perasaan tertentu dapat tumbuh, seperti rasa akrab dengan teman atau perasaan romantis. Setidaknya itu yang orang-orang rasakan, walaupun realitanya itu hanyalah anggapan sepihak,” ujar Simone pada CNBC.
Situationship dan parasocial relationship merupakan hubungan yang tidak biasa. Kedua istilah tersebut juga menjadi populer karena sering digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh Gen Z. Jadi, apakah Ultimates merupakan salah satu dari Gen Z yang menggunakan istilah tersebut?
Penulis: Faith Terresa Tiominar Tambunan
Editor: Reza Farwan
Foto: Freepik/Pch.Vector
Sumber: bbc.com, cnnindonesia.com, kompas.id, hinge.co, cnbc.com, dw.com




