• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Monday, February 23, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Lainnya

Situationship dan Parasocial Relationship: Istilah Gen Z dalam Melabeli Hubungan

Faith Terresa Tiominar Tambunan by Faith Terresa Tiominar Tambunan
February 23, 2026
in Lainnya, Lifestyle
Reading Time: 5 mins read
Ilustrasi pasangan bahagia yang melengkapi hati satu sama lain.

Ilustrasi pasangan yang saling melengkapi satu sama lain. (freepik.com)

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Berbagai istilah muncul di kalangan generasi Z (Gen Z) untuk memaknai suatu hal yang sebelumnya tidak terpikirkan.  Muncul istilah seperti situationship dan parasocial relationship,  sebuah istilah hubungan yang dimiliki antara dua pihak atau bahkan secara sepihak. Mungkin Ultimates familier dengan kata-kata ini, atau bahkan berada dalam hubungan yang dimaksud.

Melansir bbc.com, kata situationship dan parasocial masuk ke nominasi Word of the Year 2023 oleh Oxford University Press. Ini menjadi bukti kepopuleran istilah tersebut yang bahkan masih sering digunakan hingga saat ini.

Baca juga: Hubungan Parasosial dengan Idol, Privasi Idol Direnggut Habis

Situationship, Hubungan Romantis yang Ambigu

Kata situationship merupakan gabungan dari kata situation dan relationship yang memiliki arti hubungan situasional. Kembali mengutip BBC, situationship didefinisikan sebagai ikatan romantis atau seksual yang tidak dianggap resmi dan diputuskan.

Tidak seperti orang pacaran pada umumnya, situationship terjalin tanpa komitmen dan kejelasan meski keduanya sama-sama didasari oleh perasaan romantis. Melansir cnnindonesia.com, Christie Tcharkhoutian, terapis pernikahan dan keluarga, mengatakan situationship ditandai dengan banyaknya alasan di momen ‘pasangan’ saat dibutuhkan. Alasan seperti adanya kesibukan pekerjaan, bertemu keluarga, atau janji temu dengan teman. Alasannya memang sederhana, dapat dimaklumi tetapi hal ini terus berulang.

Oleh karena status hubungan yang abu-abu, keduanya tidak terikat dan memiliki keharusan untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain. Hubungan yang terjalin ini rupanya menjadi cara bagi Gen Z untuk menghindar dari ikatan agar fokus pada hal lain seperti pendidikan dan karier, dilansir dari kompas.id.

Selain itu, Gen Z memiliki kendala untuk langsung memulai hubungan serius dengan pasangan. Melansir dari hinge.co, hasil riset aplikasi kencan Hinge pada 2025 menunjukkan bahwa Gen Z kesulitan dalam memulai percakapan untuk membangun suatu hubungan. Dari 30.000 responden yang Hinge kumpulkan, 86% di antaranya merasa ingin memperdalam hubungan selain melalui percakapan. Namun, 36% dari responden ragu untuk memulai percakapan di kencan pertama.

Faktor ini diidentifikasi Hinge sebagai kesenjangan komunikasi. Hal ini digambarkan dengan ketidaksesuaian antara ikatan lebih dalam yang diinginkan oleh responden dan kesediaan mereka untuk memulainya.

Parasocial Relationship yang Terjadi Sepihak

Selain menjadi kandidat Word of the Year 2023 oleh Oxford, Cambridge Dictionary juga menjadikan kata parasocial Word of the Year pada 2025. Istilah parasocial atau parasosial didefinisikan sebagai hubungan yang dirasakan sepihak oleh seseorang antara dirinya dan tokoh terkenal. Entah seorang artis, karakter dari buku, film, atau bahkan kecerdasan buatan.

Melansir cnbc.com, media sosial, Taylor Swift, dan juga chatbot kecerdasan buatan memiliki peran besar dalam terpilihnya kata parasosial sebagai word of the year 2025 oleh Cambridge Dictionary. Hal ini dikarenakan banyak penggemar dari tokoh masyarakat, salah satunya Taylor Swift, merasa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan idolanya padahal tidak ada hubungan personal di baliknya.

Media sosial menjadi perantara hubungan parasosial sepihak yang terjalin antara penggemar dan idolanya. Melalui media sosial, mereka dapat mengikuti aktivitas, kehidupan pribadi, dan juga percintaan dari sang idola seakan-akan menjadi bagian di dalamnya.

Melansir dw.com, saat Taylor Swift mengumumkan pertunangannya di media sosial, ribuan penggemar mengunggah reaksi mereka atas berita tersebut. Ada dari mereka yang berteriak kesenangan dan ada juga yang menangis karena terharu. Berbagai macam respons emosional yang muncul merupakan bentuk dari hubungan parasosial. Penggemar memiliki ikatan mendalam dengan kehidupan pribadi Taylor sehingga mereka turut melibatkan diri seolah-olah selebriti tersebut adalah teman terdekatnya.

Selain itu, media sosial juga menjadi penghubung seseorang dengan kecerdasan buatan. Popularitas chatbot kecerdasan buatan di media sosial membuatnya menjadi tren.

Simone Schnall, profesor psikologi eksperimental Universitas Cambridge menyampaikan pada CNBC bahwa chatbot kecerdasan buatan dapat menumbuhkan ikatan tertentu seperti hubungan pertemanan atau romantis yang diyakini orang secara sepihak. Bukan hanya kepada generasi muda, melainkan pada mereka yang kesepian dan menghabiskan banyak waktu di depan layar.

Baca juga: Putus Sekarang Juga! 5 Tanda Harus Akhiri Hubungan

“Mereka disebut chatbot karena membuat kita merasa bertukar pesan seperti biasa dengan seseorang. Perasaan tertentu dapat tumbuh, seperti rasa akrab dengan teman atau perasaan romantis. Setidaknya itu yang orang-orang rasakan, walaupun realitanya itu hanyalah anggapan sepihak,” ujar Simone pada CNBC.

Situationship dan parasocial relationship merupakan hubungan yang tidak biasa. Kedua istilah tersebut juga menjadi populer karena sering digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh Gen Z. Jadi, apakah Ultimates merupakan salah satu dari Gen Z yang menggunakan istilah tersebut?

 

 

Penulis: Faith Terresa Tiominar Tambunan

Editor: Reza Farwan

Foto: Freepik/Pch.Vector

Sumber: bbc.com, cnnindonesia.com, kompas.id, hinge.co, cnbc.com, dw.com

Tags: Gen Zhubunganistilahparasocialparasosialsituationship
Faith Terresa Tiominar Tambunan

Faith Terresa Tiominar Tambunan

Related Posts

Foto jajaran petinggi UMN dan Kompas Gramedia. (Dok.UMN)
Berita Kampus

Peluncuran Program Doktor Manajemen Teknologi oleh Universitas Multimedia Nusantara

February 23, 2026
Sampul album Icon Brent Faiyaz.(music.apple.com)
Hiburan

Dari Wasteland ke Icon: Brent Faiyaz, Sonik, dan Konsep Baru

February 21, 2026
Pemenang D&AD New Blood 2025 (wa.campaignbrief.com)
Event

D&AD Pencil: Alat Generasi Muda untuk Menulis Karir di Industri Kreatif

February 13, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + 14 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021