• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Friday, March 20, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan

Fenomena Drama Vertikal: Perubahan Cara Menikmati Cerita

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa by Zalfa Zahiyah Putri Wibawa
March 20, 2026
in Hiburan
Reading Time: 3 mins read
Di balik layar proses syuting drama vertikal, Tiongkok (news.futunn.com)

Di balik layar proses syuting drama vertikal, Tiongkok (news.futunn.com)

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com –  Saat ini, dunia hiburan tengah mengalami perubahan besar. Layar lebar bioskop mulai tersaingi oleh layar vertikal di ponsel yang kita genggam setiap hari. Fenomena drama vertikal, yang sering disebut sebagai micro drama, telah menjadi tren global dan mengubah cara masyarakat menikmati serta mengonsumsi cerita.

Jika sebelumnya Ultimates terbiasa meluangkan waktu dua jam untuk menonton film berformat lanskap di layar lebar, kini jutaan orang justru menikmati episode-episode singkat berdurasi sekitar satu menit yang dibuat khusus untuk layar ponsel. Perubahan ini tidak hanya soal peralihan ke rasio 9:16, tetapi juga menandai perubahan besar dalam cara penonton menikmati hiburan  dan strategi media untuk menyeimbanginya. 

Baca juga: Bed rotting, Perawatan Diri Lewat Tidur Ala Gen Z

Melansir kompas.id, daya tarik utama dari drama vertikal terletak pada kemampuannya untuk memberikan kepuasan instan melalui narasi yang sangat padat. Dalam format ini, tidak ada ruang untuk eksposisi yang lambat atau pemandangan alam yang panjang seperti dalam film-film klasik. Setiap detik sangatlah berharga, konflik harus muncul di 10 detik pertama dan setiap episode biasanya diakhiri dengan cliffhanger yang memaksa penonton untuk terus menggulir ke bawah. 

Drama-drama ini sering kali mengadaptasi kiasan atau tropes yang sangat populer di platform cerita digital seperti Wattpad, mulai dari kisah balas dendam, identitas rahasia, hingga romansa antara pengusaha kaya raya dan gadis biasa. Meskipun terkadang terasa klise, intensitas emosional yang ditawarkan sangat efektif dalam menjerat perhatian audiens yang memiliki rentang perhatian semakin pendek, dilansir dari magdalene.co.

Secara teknis, sinematografi drama vertikal menuntut pendekatan yang sangat berbeda dari sinema biasanya. Karena dibuat secara horizontal, fokus utama beralih sepenuhnya pada ekspresi wajah dan bahasa tubuh aktor. Teknik close-up menjadi utama dalam format ini, memungkinkan penonton merasakan kedekatan emosional yang sangat intim dengan karakter. Penempatan teks, penggunaan musik latar yang dramatis, hingga transisi yang cepat menjadi elemen krusial untuk menjaga ritme agar penonton tidak merasa bosan. 

Mengutip variety.com, fenomena ini juga mencerminkan pergeseran besar dalam model bisnis industri kreatif. Platform khusus seperti DramaBox atau konten di TikTok dan Instagram Reels telah membuktikan bahwa audiens bersedia membayar atau menonton iklan demi melanjutkan cerita yang membuat mereka penasaran. 

Baca juga: Dari Layar Lebar ke TikTok: Gaya Film Wes Anderson Jadi Tren Fotografi

Pada akhirnya, drama vertikal menunjukkan bahwa cerita selalu bisa menyesuaikan diri dengan perangkat yang kita gunakan. Hadir menemani waktu istirahat, perjalanan di transportasi umum, atau momen sebelum tidur. Kehadirannya mengingatkan kita bahwa pada dasarnya manusia akan selalu membutuhkan cerita yang mampu menyentuh emosi, tidak peduli seberapa kecil layar yang dipakai untuk menontonnya.

 

Penulis: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Editor: Kezia Laurencia

Foto: news.futunn.com

Sumber: kompas.id, magdalene.co, variety.com 

Tags: Artikelartikel 2026dramadrama instagramdrama reelsdrama tiktokdrama vertikalfenomena drama vertikalshort dramavertikal drama
Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Zalfa Zahiyah Putri Wibawa

Related Posts

Ilustrasi stiker “Jomok” yang populer di kalangan anak muda. (ULTIMAGZ/Charlene Natalie)
Hiburan

Fenomena Perkembangan Stiker “Jomok” : Homofobia Dalam Selubung Candaan

March 20, 2026
Tren Velocity TikTok (liputan6.com).
Hiburan

Apa Itu Velocity dan Mengapa Kini Menjadi Tren

March 20, 2026
Akira Kurosawa selama proses pembuatan Kagemusha (1980) (britannica.com)
Film

Akira Kurosawa: Sutradara yang Mengubah Wajah Sinema Dunia

March 19, 2026
Next Post
Ilustrasi stiker “Jomok” yang populer di kalangan anak muda. (ULTIMAGZ/Charlene Natalie)

Fenomena Perkembangan Stiker “Jomok” : Homofobia Dalam Selubung Candaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + 16 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021