SERPONG, ULTIMAGZ.com – #BerbagiBeban menggelar sesi kedua Community Event pada Sabtu (25/04/2026) di Jakarta dengan menghadirkan perencana keuangan, Metta Anggriani, sebagai narasumber. Sesi bertemakan Flying Solo ini berfokus pada pengelolaan keuangan bagi individu lajang, khususnya mereka yang berada dalam posisi sandwich generation. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Magdalene untuk menghadirkan ruang diskusi dan pembelajaran yang relevan dengan kondisi “in this economy”.
Program Manager Way For Equality Magdalene, Rika Rosanti (40), menjelaskan bahwa sesi ini bertujuan untuk mengubah perspektif masyarakat terhadap pembagian peran gender. Dalam konteks ekonomi, pengelolaan beban finansial membutuhkan strategi adaptif dan kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan personal. Melalui pendekatan berbasis diskusi dan pengembangan keterampilan praktis, program tersebut berupaya meningkatkan resiliensi individu dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Baca juga: D&AD Pencil: Alat Generasi Muda untuk Menulis Karir di Industri kreatif

Pemilihan topik finansial untuk kelompok lajang juga didasarkan pada keadaan sosial saat ini, mengingat banyak individu lajang yang harus menanggung beban lain selain dirinya sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman yang komprehensif mengenai pengelolaan keuangan yang berkelanjutan.
Dalam sesi ini, peserta diajak memahami dasar-dasar manajemen keuangan personal, dimulai dari pengaturan cash flow sebagai fondasi utama sebelum masuk ke tahap yang lebih lanjut. Metta Anggriani menekankan bahwa penghasilan yang diperoleh harus mampu dikelola agar cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga periode berikutnya. Oleh karena itu, penting sekali membangun kebiasaan finansial seperti menabung, memiliki dana darurat, dan memahami risiko melalui proteksi keuangan.
Tahapan pengelolaan keuangan yang berkelanjutan disoroti sebagai bagian dari strategi jangka panjang, mulai dari penghasilan, pengeluaran, pengelolaan utang, hingga investasi. Dalam pembahasannya, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi individu lajang, terutama dalam konteks sandwich generation dan gaya hidup modern. Tekanan sosial akibat luasnya pergaulan dan paparan media sosial mendorong munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang menyebabkan tingginya perilaku konsumtif. Hal tersebut menciptakan perilaku seperti impulse buying (tindakan membeli barang secara impulsif) dan kesulitan mengontrol pengeluaran.
Baca juga: ADGI Design Week 2025: Lebaran Anak Desain Kembali Tahun Ini
Kondisi ini diperburuk oleh perbedaan kemampuan finansial setiap individu sehingga tidak semua gaya hidup yang terlihat dapat diikuti secara realistis. Selain itu, peserta juga diajak memahami bahwa pengelolaan keuangan berkaitan dengan aspek psikologis dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan #BerbagiBeban secara khusus mengutamakan partisipasi laki-laki karena evaluasi program sebelumnya menunjukkan bahwa audiens perempuan sudah lebih terpapar dan paham akan isu ini. Tekanan sosial yang menempatkan laki-laki sebagai penanggung utama beban finansial juga semakin mendorong urgensi kehadiran ruang belajar dan keterlibatan aktif mereka dalam isu ini. Dengan melibatkan lebih banyak laki-laki, Magdalene berupaya menciptakan perubahan yang lebih inklusif dan mengusut akar permasalahan dalam konstruksi peran gender di masyarakat.
Penulis: Jemima Anasya R.
Editor: Celine Valleri
Foto: ULTIMAGZ/Gabri Perboire
![Metta Angriani memaparkan materi pengelolaan keuangan bagi individu lajang pada sesi kedua #BerbagiBeban yang berlangsung di JP Live! Space, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Sabtu (25/04/2026). [foto id="384"]](https://ultimagz.com/wp-content/uploads/TEMPLATE-WATERMARK-UMAGZ-3-750x422.png)



