SERPONG, ULTIMAGZ.COM – Hari kedua myBCA International Java Jazz Festival 2026 menghadirkan suasana yang lebih ramai dibandingkan pembukaan festival sehari sebelumnya. Sejak siang, ribuan pengunjung memenuhi berbagai area di NICE PIK 2 untuk menyaksikan deretan musisi internasional dan lokal yang tampil bergantian. Penampilan Wave to Earth dan Ella Mai menjadi dua momen yang paling dinantikan, sementara berbagai kolaborasi spesial dan konser lintas genre turut memeriahkan jalannya festival.
Wave to Earth menjadi salah satu penampilan yang spesial pada hari kedua Java Jazz Festival 2026. Bahkan sebelum pertunjukan dimulai, area panggung sudah dipenuhi penonton yang rela berdiri berjam-jam demi mendapatkan posisi terbaik. Grup asal Seoul tersebut memang menjadi salah satu line-up yang paling dinanti sepanjang festival ini.
Baca Juga: Java Jazz Festival 2018 Ramaikan Malam Minggu Kawula Muda
Begitu Wave to Earth naik ke atas panggung, suasana langsung berubah riuh. Penonton bernyanyi bersama sejak lagu pertama dimainkan. Lagu-lagu seperti “Are You Bored”, “Daisy”, “Sunny Days”, hingga “Bad” sukses membuat satu area festival larut dalam nuansa dreamy khas band tersebut. Sorakan penonton bahkan terdengar hingga area lain di dalam gedung festival.

Malam itu menjadi pengalaman pertama salah satu penonton, Cheryl, yang menyaksikan Wave to Earth secara langsung. “Emang udah nunggu dari lama dan happy bisa dapat posisi pas di belakang barikade.” ujarnya saat ULTIMAGZ pada Sabtu (05/30/2026). Penggemar lain yang berada di barikade panggung juga membawa poster dan berbagai bentuk dukungan lain untuk band favorit mereka, membuat suasana konser terasa lebih personal. Setelah penampilan berakhir, seluruh personel maju ke bagian depan panggung, membungkuk ke arah penonton, lalu membagikan pick gitar dan stik drum ke arah kerumunan.

Di sisi lain venue, Ella Mai tampil dengan nuansa yang sangat berbeda. Penampilannya sempat mengalami sedikit penundaan karena suara dari panggung Wave to Earth terdengar begitu dominan. Meski begitu, penonton tetap bertahan memenuhi area konser hingga pertunjukan dimulai.
Ella Mai, yangi terkenal dengan gaya lagu R&Bnya, membawakan sejumlah lagu hits seperti “Whatchamacallit”, “Shot Clock”, dan “How”. Java Jazz 2026 merupakan pertunjukkan pertamanya di Indonesia dan sang penyanyi tidak enggan untuk menyampaikan terima kasihnya kepada para penonton.
Memasuki malam, hujan mulai turun di area luar festival. Namun, kondisi tersebut tidak membuat keramaian berkurang. Banyak pengunjung tetap bertahan menggunakan payung dan jas hujan demi menyaksikan penampilan artis favorit mereka hingga selesai.
Jika dibandingkan dengan hari pertama, suasana festival pada hari kedua terasa jauh lebih padat. Sejak siang, arus pengunjung terus memenuhi area dalam maupun luar NICE PIK 2. Perpindahan antar panggung menjadi lebih ramai, terutama menjelang penampilan musisi-musisi utama malam itu.
Sejumlah penampil lokal juga turut memeriahkan hari kedua Java Jazz. Overtunes kembali tampil setelah sempat vakum dan membawakan sejumlah lagu populer mereka, sekaligus memperkenalkan lagu baru yang belum dirilis. Penampilan mereka disambut antusias oleh para penggemar yang sudah memenuhi area panggung sejak awal set dimulai.
Baca Juga: Jacob Collier Tampil Memukau di Java Jazz Festival 2025 Setelah 9 Tahun
Selain konser utama, hari kedua juga dipenuhi berbagai proyek kolaborasi spesial. Harvey Malaiholo bersama Barsena Bestandhi tampil dalam “Tribute to Indonesian Divas” sebagai penghormatan bagi karya musisi perempuan Indonesia. Sementara itu, Dave Koz and Friends Summer Horns menghadirkan permainan instrumen.
Malam kedua kemudian ditutup lewat penampilan Earth, Wind & Fire Experience by Al McKay yang sukses menghidupkan suasana festival dengan deretan lagu ikonik lintas generasi.
Penulis: Belva Putri Paramitha
Editor: Kezia Laurencia
Foto: ULTIMAGZ/Tiffany Michiko Putri




