Gupta Mahendra: Berkomik Dimulai dari Diri Sendiri

Gupta Mahendra, salah satu editor Line Webtoon menjelaskan bagaimana cara menemukan cerita-cerita yang menarik para pembaca. Ia menjadi narasumber dalam acara Line Creators Campus Roadshow, Senin (08/05/17) di Executive Lounge, Universitas Multimedia Nusantara.
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Seminar Line Creators Campus Roadshow yang digelar pada Senin (08/05/17) di Executive Lounge Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menghadirkan salah satu editor dari Line Webtoon Indonesia, Gupta Mahendra. Dalam acara tersebut, Gupta menceritakan pengalamannya selama menjadi  komikus sekaligus editor.

Menurut Gupta, Line Webtoon memiliki banyak manfaat yang harusnya dapat digunakan secara optimal oleh komikus Indonesia. Jika ditelisik dari sisi komersil, saat ini Line Webtoon menjadi penguasa dalam industri komik di Indonesia. Ada lebih dari enam juta orang pembaca aktif webtoon setiap bulannya. Hal tersebut dapat mendukung orang-orang yang berniat untuk berkarier di industri tersebut.

Oleh karena itu, agar komikus pemula dapat mengoptimalkan manfaat yang diberikan oleh Line Webtoon, Gupta juga berbagi beberapa tips untuk membuat story planning. Tips yang pertama adalah dimulai dari diri sendiri.

“Tidak harus memilih alur cerita yang rumit. Cukup kejadian sederhana seperti keseharian kita sehari-hari. Banyak komik yang kita terbitkan di webtoon yang berkisah tentang kehidupan sehari-hari seperti Si Juki, Sepulang Sekolah,” tutur Gupta.

Tips selanjutnya yang disarankan oleh Gupta adalah mencoba unik dan berpikir berbeda dengan yang lain.

Before you think out of the box, you have to know the box first. Jadi, meskipun kita dituntut untuk bepikir berbeda, namun kita juga harus tetap ada di konteks yang tepat,” tutur Gupta.

Tips terakhir yang juga penting dimengerti oleh para komikus adalah Show! Dont tell! Maksudnya adalah komikus harus  bisa memvisualisasikan kejadian-kejadian dalam alur cerita secara apik.

Gupta menambahkan, profesi komikus di Indonesia seringkali dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Padahal industri tersebut menjanjikan dan layak untuk diapresiasi. Sayangnya tidak semua masyarakat Indonesia berpikir demikian

“Banyak komikus Indonesia yang karyanya tidak dihargai karena penerbit komik hanya mau menerbitkan komik-komik luar saja padahal komikus Indonesia memiliki potensi,” tutup Gupta.

Penulis: Natalia Setiawan

Editor: Hilel Hodawya

Foto: Elvira Lisa