Duta Anti Narkoba 2018: Kami Cari yang Terbaik untuk Duta Anti Narkoba Tahun Ini

Pembacaan janji duta dipimpin oleh Duta Anti Narkoba UMN 2019, Vannesa Valerian (kedua dari kiri) dan Laras Ayu Az-Zahra (ketiga dari kiri) dalam Awarding Night Duta Anti Narkoba UMN 2019 yang berlokasi di Function Hall, Universitas Multimedia Nusantara pada Jumat (15/11/2019). (ULTIMAGZ/Veronica Novaria)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Pada Jumat (15/11/19) lalu, Duta Anti Narkoba UMN 2018 Jason Leonard dan Kezia Gananda resmi melepas jabatannya. Penyerahan jabatan itu dilakukan bertepatan pada awarding night Duta Anti Narkoba UMN 2019, di mana mereka berdua turut menilai siapa yang berhak menyandang posisi tersebut.

Jason Leonard selaku pemenang 1 Duta Anti Narkoba UMN 2018 mengatakan komitmen adalah kunci terpenting yang dicari dari kandidat Duta Anti Narkoba UMN.

“Komitmen itu penting banget, gimana cara mereka merealisasikan mimpi-mimpi atau ide-ide yang sudah disampaikan di awal. Karena tanpa itu, mereka enggak akan bisa jalan jauh.”

Melengkapi jawaban Jason, Kezia menimpali alasan lain. Ia menilai bahwa pemaparan alasan yang kuat merupakan hal yang akan mendasari pilihannya.

Ada pun tahap untuk menjadi seorang Duta Anti Narkoba harus melewati seleksi formulir, teori, FGD, dan wawancara. Setelah menjadi finalis pun, ada tahap persiapan lainnya hingga finalis menjadi benar-benar siap. Persiapan tersebut meliputi mini class public speaking, manners dan kecantikan oleh para ahli. Tes terakhir sebelum terpilih menjadi Duta Anti Narkoba UMN adalah dua sesi tanya jawab di malam penganugerahan oleh para dewan juri.

“Kami memilih yang terbaik,” tambah Jason.

Finalis lainnya adalah Immanuel Lucky yang mengantongi Duta Favorit, Emely, dan Izaktria Prawira Koe. Mereka terpilih melalui proses penjaringan yang bermula pada 30 orang pendaftar.

Bertemakan Abhinaya Acintya yang berarti semangat dalam bahasa Sansekerta, acara penganugerahan ini diadakan di Function Hall Universitas Multimedia Nusantara (FH UMN). Lokasi ini berbeda dengan tahun lalu yang berada di Lecture Theatre (LT) UMN. Melihat kapasitas FH yang lebih besar dibanding LT, jumlah penonton tahun ini berjumlah 153 orang. Pun, tiket yang disediakan berjumlah 200 tiket.

Meski begitu, acara yang mulai pada pukul 18.00 ini sempat mulai terlambat sehingga menyebabkan kegiatan usai sekitar pukul 21.00. Terdapat pula kelonggaran waktu istirahat dari 15 menit menjadi 25 menit.

 

Penulis: Andi Annisa Ivana Putri

Editor: Ivan Jonathan

Foto: Veronica Novaria