Warkop UMN Kembali dengan Konsep “Kejujuran”

Fasilitas Warkop UMN hadir di Kantin Gedung C sejak Senin (28/01/2019). Warkop ini menggunakan sistem pembayaran dengan "Kotak Kejujuran".(ULTIMAGZ/Ezra Pradipta)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com-Setelah mengadakan program Galon Kejujuran pada September 2017 lalu, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Libro Café menambah layanan baru yakni Kopi Kejujuran. Pengulangan konsep “self service” sukarela ini dinilai akan lebih menarik mahasiswa menyeruput kopi dengan harga terjangkau.

“Tujuannya adalah memberi pelayanan buat mahasiswa khususnya, dengan minuman harga yang cukup murah,” ujar Wakil Rektor Bagian Administrasi Umum dan Keuangan Andrey Andoko. Dia juga mengungkapkan bahwa program ini ditujukan untuk tetap ada sampai angkatan-angkatan yang akan datang.

Sistem pembayaran menggunakan mekanisme kejujuran sebagai dasarnya. Mahasiswa dapat menikmati segelas kopi dengan membayar secara sukarela tanpa diawasi ke dalam wadah yang disediakan. Mahasiswa juga dapat melayani dirinya sendiri tanpa ada yang berjaga terus.

Pun demikian, pengulangan sistem ini pada awalnya dinilai memberatkan Libro Cafe yang bermitra dengan UMN. Menurut Manager Libro Cafe Alvino Ruslim, metode pembayaran tersebut berdampak pada menurunnya penjualan air mineral dan kopi di Libro.

Akan tetapi, pihaknya telah mendukung hal tersebut sebagai upaya mencintai lingkungan di sekitar UMN. Mengenai hal tersebut Andrey sependapat untuk menciptakan area kampus yang lebih bersih.

“Untuk menciptakan kampus yang sehat, kampus yang bersih, kan terkesan kurang pas kalau mahasiswa nongkrong di luar, merokok, jajan di situ dan sampahnya berantakan,” ungkapnya.

Menurut Supervisor Libro Wendy, di hari pertama berlakunya Kopi Kejujuran setidaknya menghabiskan sekitar 40 bungkus kopi dan dua buah galon.

Tak ada batasan minimal harga untuk layanan ini, membuat sejumlah mahasiswa merasa terbantu, salah satunya Mahasiswa Komunikasi Strategis 2018 Putri Amantha.

“Gue kebetulan juga baru tahu, cuman gue juga lumayan terbantu sih. Kalau gue mau minum kopi di Libro kan ribet karena harus antre,” ujarnya.

Penulis: Anindya Wahyu Paramita

Editor: Ivan Jonathan

Foto: Ezra Pradipta