‘Kabayan Ingin Masuk TV’: Bersatu dengan Rakyat Lewat Teater

Kabayan sedang melamar Iteung pada act terakhir pementasan “Kabayan Ingin Masuk TV”. Pementasan tersebut berlangsung pada pukul 16.00 WIB (26/5/2018) di SDN Cihuni II. (Sumber foto: Tim Dokumentasi TERA)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Teater KataK kembali mempersembahkan satu lagi produksi, yaitu teater rakyat (TERA) dengan pementasan “Kabayan Ingin Masuk TV” di SDN Cihuni II, Jalan Desa Curug Tangerang No.47, Tangerang, Banten (26/05/18). Namun, TERA ini berbeda dengan pementasan Teater KataK yang biasanya, yaitu teater proscenium, teater modern yang diadakan pada bangunan, seperti kampus dan Gedung Kesenian Jakarta (GKJ).

Rama Sidharta Putra selaku pimpinan produksi TERA menjelaskan bahwa konsep cerita dalam teater ini lebih mengandalkan pemain untuk berimprovisasi dan berinteraksi dengan penonton yang berperan sebagai karakter dalam cerita rakyat.

Pementasan “Kabatan Ingin Masuk TV” dimulai dari opening statement dengan pemberian plakat dari Rama kepada Ramdan, perwakilan SDN Cihuni II. Ramdan menerima pengadaan pementasan tersebut di lapangan SDN Cihuni II, karena merupakan sebuah kehormatan untuk menjadi lokasi pementasan.

Kemudian, para pemain yang telah dibagi menjadi dua kelompok melakukan arak-arakan kecil untuk mengajak para warga sekitar untuk menonton pementasan. Arak-arakan dilakukan menuju SDN Cihuni II sembari menyebarkan poster pementasan dan menyapa para warga sekitar. Pementasan akhirnya dimulai setelah para pemain sampai di lapangan sekolah SDN Cihuni II.

Cerita dimulai dengan kisah Kabayan, pesilat asal Sunda yang polos dan sedikit bodoh. Kabayan kemudian berpapasan dengan sahabatnya sejak kecil yang bernama Usman, seorang boyband yang pulang kampung dari Jakarta. Usman menceritakan kesuksesannya yang terkenal lewat penampilannya di TV, menarik Kabayan untuk mengikuti jejak temannya itu.

Kabayan memutuskan untuk meninggalkan kampung untuk sementara demi menjadi terkenal dengan masuk TV. Bahkan Iteung, kekasih Kabayan tidak berhasil mengurungkan niatnya. Namun, setelah Kabayan sampai di Ibu Kota, Kabayan bertemu dengan Charity, penipu yang mengaku sebagai agensi artis. Melihat adanya kesempatan, Charity berhasil mengelabui Kabayan untuk ikut melakukan penipuan transfer telepon seluler dengan alasan “latihan akting”. 

Melinda Salim, penulis naskah TERA bermaksud mengangkat nilai untuk berpikir secara jernih dan kritis dalam hidup. Dalam bersosialisasi, ada waktunya kita harus waspada terhadap orang lain.

“Jadi orang-orang lebih menghargai tokoh-tokoh rakyat walaupun kesannya kuno atau kurang menarik. Tapi, sebenarnya tokoh-tokoh rakyat itu sudah menarik. “Boleh banget script writer yang lain berkarya memakai tokoh-tokoh yang merakyat. Bukan berarti seni Indonesia harus mengikuti seni luar negeri agar keren. Seni Indonesia sudah keren,” jelas Melinda dalam memaknai teater rakyat.

Penonton pementasan “Kabayan Ingin Masuk TV” sebagian besar terdiri dari anak-anak Desa Curug Tangerang, diikuti oleh orang dewasa, dan panitia Teater KataK. Para warga terlihat antusias dalam meramaikan suasana pementasan teater ini.

“Acaranya lucu dan asik,” ujar Lang, salah satu penonton.

Setelah pementasan, Rama berharap agar para warga lebih mengenal dan mengapresiasikan seni, terutama seni teater.

Prepare for the best, hope for the best, and prepare for the worst,” pesan pimpinan produksi tersebut kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan pementasan.

 

Penulis: Ignatius Raditya Nugraha

Editor: Gilang Fajar Septian

Foto: Tim Dokumentasi TERA