Manfaatkan Budaya Jadi Ladang Bisnis Bersama BatikQueen dan Copa De Flores

Nindya Kirana, Dyandrastra Mairavida, dan Linny Tandiagus menjadi pembicara dalam seminar PAPEDA yang diadakan di Lecture Hall UMN pada Rabu (24/05/2017).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Setelah mengadakan pembelajaran membatik pada Senin (22/05/17) lalu, kini Pasukan Pelestari Budaya (PAPEDA), mengadakan seminar entrepreneurship dengan tema “Memanfaatkan Budaya Menjadi Ladang Bisnis” pada Rabu (24/05/17) untuk menutup seluruh rangkaian acara mereka.

Seminar yang berlangsung di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN) ini dihadiri oleh pemilik dari BatikQueen Linny Tandiagus, serta desainer dan marketing dari Copa De Flores Dyandrastra Mairavida dan Nindya Kirana yang membagikan cerita serta pengalamannya dalam menjalankan bisnis penjualan batik dan tenun.

Linny bercerita bagaimana ia bisa memulai BatikQueen. Ia bertutur, awalnya BatikQueen didirikan karena keresahan yang ia alami saat mencari batik yang modern.

“Kebetulan saya mengambil jurusan fashion design dan ketika saya melihat batik (cara kerja pengrajin batik) kita bisa melihat art yang mereka bikin, tetapi kenapa setelah menjadi sebuah produk malah menjadi tidak oke. Di situlah saya berfikiran untuk membuat batik versi modern,” ucap Linny

Berangkat dari keresahan yang serupa, Copa De Flores sendiri awalnya berdiri akibat kesadaran para pendirinya, setelah melihat jarang sekali para kaum muda memakai kain tenun Flores.

“Kita itu jarang melihat kain tenun Flores dijadiin baju anak muda, biasanya hanya ibu-ibu di DPR atau Kementerian. Kita melihat anak muda jarang pakai tenun. Kita bisa melihat itu cantik banget, dan mungkin kenapa anak muda nggak mau pake tenun, karena itu terlihat tua,” ujar Nindy

Saat ditanya perihal bagaimana cara membagi waktu antara usaha dengan kuliah, Nindya bertutur bahwa dirinya memberi waktu pada malam hari untuk Copa De Florres

“Dulu, kita kalau pulang kuliah biasa nya meeting. Kita selalu meeting malam hari karena biasanya selesai kuliah jam 5. Atau weekend, kalau weekend itu biasanya dirumah dia (Dyandra),” jawab Nindya

Dalam sesi tanya jawab sekaligus penutup, Lindy, Nindy, serta Dyandra memberikan saran bagi para mahasiswa yang ingin memulai usaha sejak dini.

“Kalau benar-benar ingin memulai bisnis, harus totalitas. Benar-benar harus ditekunin, jangan setengah-setengah. Dan jangan takut bisnis kita gagal, apalagi kalian masih mahasiswa. Di usia ini gagal nggakpapa, justru kan proses belajar kalian. Jadi bekal kalian ke depannya,” ujar Dyandra.

Lain dengan Dyandra, Linny hanya berpesan agar para kaum muda lebih mencintai dan lebih bangga terhadap produk Indonesia.

“Cintai lah produk Indonesia, kalian anak muda. Justru dimulai dari kalian semua, kalau kita sendiri tidak bangga. Bagaimana kita memperkenal kepada orang lain untuk berbangga,” jawab Linny

Penulis: Ridi F Khan

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: Evan Andraws