Benakribo Berbagi Tips untuk Tetap Unjuk Karya di “Lewat Mata”

Benakribo menjadi salah satu pembicara di "Lewat Mata". (ULTIMAGZ / Frizki Alfian)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Politeknik Negeri Media Kreatif dan Trisakti School Of Multimedia menyelenggarakan talkshow “Lewat Mata : Pemuda Berkarya” di Aula Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/19). Menggandeng Benakribo dan Paramita Dana, acara tersebut membawa pesan tentang pentingnya berkarya tanpa henti.

Dalam acara tersebut content creator Benakribo mengajak para penonton talkshow yang sebagian besar merupakan mahasiswa, untuk jangan pernah berhenti berkarya. Menurutnya, berkarya itu bisa didapatkan di manapun dan kapanpun.

“Awalnya, gue nulis di blog itu cuman iseng dan waktu itu belom banyak yang tau apa itu blog. Walaupun waktu itu belum banyak orang yang tahu tentang blog, tapi gue tetep nulis di blog yang sebagian besar isinya berisi tentang pengalaman hidup gue. Akhirnya lama kelamaan sampai sekarang banyak yang baca dan gue dapet keuntungan juga dari apa yang gue tulis. Jadi ya buat kalian – kalian yang masih muda, manfaatin waktu kalian untuk berkarya entah itu melalui Youtube, tulisan, ataupun yang lainnya,” ucap Bena.

Bena yang juga seorang content creator ini mengaku terkadang ia merasa bingung untuk membuat konten yang menarik dan bukan asal buat. Namun baginya tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan.

“Setiap gua mau bikin konten awalnya gua tuh bikin konsep dan tentunya juga riset dulu, selain itu target atau tujuan gue bikin konten ini untuk siapa. Misalkan untuk anak SMA, ya gue bikin konten yang memang sesuai dengan anak SMA yang tentunya bahasa dan isinya juga menyesuaikan biar gampang dipahami oleh orang yang nonton konten gue,” ungkap Bena diikuti tepuk tangan para penonton talkshow.

Menjadi pembuat konten menurutnya rentan mendapat komentar negatif dari warganet. Namun, ayah satu anak ini berpesan agar jangan sampai semua motivasi untuk berkarya hancur karena satu komentar negatif yang didapat.

“Kadang, orang itu kalau berkomentar suka pedes banget. Engga ada yang ngelarang buat berkomentar terhadap sesuatu tapi kita juga harus bisa membedakan juga antara mengkritik dengan menghujat. Kalau menghujat jelas itu berdampak buruk banget kan, apalagi lagi ramai soal isu mental health,” lanjutnya.

Penulis: Frizki Alfian

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Foto: Frizki Alfian