“Berdaya Bersama”: Inspirasi Kesempatan Bekerja dan Pendidikan bagi Penyandang Difabel

(kiri ke kanan) Aichiro Suryo selaku moderator acara, Nicky C. (Thisable), Tolhas Damanik (YWII), dan Dimas Muharam (Kartunet) berbagi cerita bersama penyandang difabel lainnya pada Sabtu (23/02/19). (ULTMAGZ/Kevin Oei Jaya)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan kegiatan “Berdaya Bersama” yang bertujuan untuk menebarkan inspirasi dan kesempatan bekerja bagi penyandang difabel. Acara yang berlangsung pada Sabtu (23/02/19) tersebut menghadirkan pembicara difabel yang telah bekerja serta sebagai penyedia lapangan kerja bagi orang-orang berkebutuhan khusus.

Kegiatan yang bertempat di Plaza Inzan Berprestasi, Kemendikbud, Jakarta Selatan ini menjadi wadah para penyandang difabel untuk memperoleh kesempatan kerja yang layak dan mengejar mimpi menempuh pendidikan.

“Acara ini sebagai rasa syukur kami sebagai penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dengan tema ‘Berdaya Bersama’ jadi sebuah kontribusi kepada orang-orang yang ingin diperlakukan adil, karena masih banyak diluar sana yang masih belum bisa mendapatkan perlakuan yang sama dari orang lain,” ujar Ketua LPDP Ahmad Fauzan F.

Pembicaraan dimulai dengan cerita Nicky Claraentia, wanita lulusan S2 ITB yang kini menjabat sebagai General Manager Thisable Enterprise.

“Kalau saya, yang paling utama itu pendidikan, mulai, presisten, dan konsisten. Kemungkinan yang kedua adalah teman-teman masih terbelenggu dengan mental blok, kita tidak bisa, kita tidak mampu. Nah, itu kalau belum tertanam di diri kita sendiri bahwa kita bisa, bagaimana kita bisa memberitakan kepada teman-teman nondisabilitas bahwa kita mampu dan dapat setara dengan mereka. Jangan pernah lelah untuk mencoba dan mencari,” jelas Nicky sebelum sesi pertama berakhir.

Tak hanya Nicky, beberapa pembicara difabel pun hadir. Sesi dilanjutkan dengan Dimas Muharam, lulusan Sastra Inggris UI yang sudah banyak meraih prestasi sejak remaja hingga ia dan ketiga temannya mendirikan Kartunet (Karya TunaNetra), sebuah media warga wadah kreasi dan aspirasi penyandang difabel.

Turut hadir pendiri KopTul (Kopi Tuli) Putri Sasonso. Ia memberdayakan penyandang tunarungu sebagai karyawan. Di sana pengunjung dapat belajar bahasa isyarat secara cuma-cuma untuk memesan kopinya.

Pembicaraan ditutup dengan Tolhas Damanik seorang penyandang netra sejak lahir yang meraih gelar S2 dari Universitas Ohio serta menjabat sebagai Direktur Eksekutif Yayasan Wahana Inklusif Indonesia.

Sela sesi pertama dan kedua diisi dengan Stand Up Comedy oleh Devan Yulio Setiawan, mahasiswa FMIPA UI Geografi tahun 2016. Devan menghibur dan memberikan semangat kepada para peserta difabel dengan candanya.

Sesi ini juga dihadiri oleh Direktur Human Capital Alfamart Tri Wasono Sunu. Ia menjelaskan bahwa Alfamart Group turut mendukung penyandang difabel untuk bekerja dengan membuka lapangan pekerjaan untuk hampir semua jenis difabel, seperti tunanetra maupun tunadaksa.

Tak hanya itu, Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara Mohammad Ridwan dan Mira Sambada dari Indonesian International Education Foundation turut memberikan aspirasi bagi rekan-rekan difabel yang ingin bekerja maupun melanjutkan pendidikan.

Institusi pendidikan seperti Universitas Indonesia dan Universitas Brawijaya juga berpartisipasi dalam sosialisasi beasiswa dan pendaftaran kuliah bagi penyandang difabel. Pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan dalam wawancara kerja, portofolio, dan melamar beasiswa juga diadakan setelah seminar tersebut. Lebih lagi, terdapat pameran edukasi dan pameran kesempatan kerja di tempat yang sama.

Penulis: Hanasya Shabrina

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Foto: Kevin Oei Jaya