Desainer Tanah Air Kembali Pamer Karya di Pekan Mode Internasional

Para desainer Indonesia berkumpul untuk membicarakan tentang koleksi buatannya pada acara Konferensi Pers bersama program Indonesia Fashion Forward di Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (05/03/19). Indonesia Fashion Forward merupakan sebuah program dari Jakarta Fashion Week untuk menunjukkan keahlian desainer lokal Indonesia di ajang internasional. (ULTIMAGZ/Azhar Dwi Arinata)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Jakarta Fashion Week (JFW) kembali membawa desainer lokal untuk unjuk kemampuan di kancah internasional lewat program Indonesia Fashion Forward (IFF). Tahun ini, IFF mengirim enam perancang mode tanah air dari empat generasi berbeda untuk menampilkan koleksi terbaru mereka di empat pekan mode dunia.

“Sejak Indonesia Fashion Forward itu terbentuk di 2012 memang, kan, kita sudah menjalin semacam kolaborasi dengan para partner internasional, dan hasilnya bisa dilihat sekarang setiap tahun kita mengirim dua desainer Indonesia Fashion Forward ke Jepang, ke Seoul Fashion KODE, dan Amazon India Fashion Week,” ungkap Direktur Jakarta Fashion Week Lenni Tedja dalam konferensi pers yang diadakan di Senayan City, Selasa (05/03/19).

Pada Februari lalu, label Bateeq karya Michelle Tjokrosaputro serta PVRA milik Kara Nugroho dan Putri Katianda telah terlebih dahulu berpartisipasi dalam ajang London Fashion Scout di London Fashion Week. Di Paris Fashion Week, label SOE Jakarta pun turut pamer karya di NOMET Showroom pada tanggal 1-4 Maret lalu.

PVRA sendiri selanjutnya akan berangkat ke Seoul Fashion KODE yang akan diselenggarakan pada 14-16 Maret mendatang bersama dengan label pakaian muslim Jenahara. Membawa koleksi bertajuk The Trembling Flower, PVRA ingin mengangkat cerita perempuan Indonesia dalam desain alas kaki mereka.

Story yang kita ambil, tuh, sebenarnya tentang cara perempuan Indonesia berbusana secara tradisonal, jadi traditional clothing kita di special ceremony kayak pernikahan, dan yang intinya kita ambil adalah dari perhiasan kepala seperti suntiang, kembang goyang, itu adalah inspirasi yang kita ambil,” papar Kara Nugroho.

Berbeda dengan PVRA, Jenahara akan mengusung konsep streetwear dengan koleksi berjudul Koma. Masih dengan palet warna hitam-putih khas Jenahara, koleksi ini diwarnai dengan patchwork berisi tulisan-tulisan dari buku harian sang desainer, Jenahara Nasution. Produk busana yang ditawarkan pun beragam mulai dari jaket, blazer, hingga celana model lebar.

Selain Seoul Fashion KODE, pekan mode Amazon Fashion Week Tokyo pada 18-20 Maret nanti juga akan dihiasi karya perancang busana tanah air. Desainer Eridani dan label Danyjo Hiyoji akan mewakili Indonesia sebagai satu-satunya duta negara asing yang tampil di perhelatan tersebut. Untuk koleksinya sendiri, keduanya mengambil inspirasi dari Negeri Sakura. Eri menyuguhkan siluet kimono yang terinspirasi dari dongeng Putri Kaguya, sedangkan Danjyo Hiyoji membawa semangat Olimpiade Tokyo 2020 lewat tema olahraga dan penggunaan warna logo olimpiade sebagai aksen.

“Energi (dari Olimpiade Tokyo) itu yang kita ambil dan portray ke dalam koleksi, jadi bisa dibilang kali ini kita sport-inspired,” ujar salah satu pendiri Danjyo Hiyoji, Liza Mashita.

 

Penulis: Charlenne Kayla Roeslie

Editor: Ivan Jonathan

Foto: Azhar Dwi Arinata