Hadi Wenas: Start-Up dan E-Commerce Bukanlah Hal yang Sama

CEO Mataharimall.com, Hadi Wenas saat menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Indonesia X "Winning The Digital War" di Gedung World Trade Center 1. Jakarta pada Senin (22/8).
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Seminar Indonesia X yang digelar di Gedung World Trade Center 1, Mercantile Athletic Club, Jakarta, Senin (22/8) mengangkat tajuk “Winning The Digital War”. Seminar ini turut menghadirkan pembicara yang merupakan CEO dari perusahaan besar, salah satunya adalah CEO mataharimall.com Hadi Wenas.

Wenas menceritakan bagaimana cara membangun sebuah start-up business dan mengembangkannya hingga besar seperti saat ini. Sambil mempromosikan toko online miliknya, ia juga memberikan beberapa kiat bagaimana generasi muda dapat memahami apa itu bisnis start-up dan e-commerce yang terkadang masih dianggap sama.

“Memulai bisnis start-up itu harus berdasarkan apa yang menjadi masalah di sekitar kita. Karena start-up berfokus kepada penyelesaian masalah, sementara e-commerce lebih berfokus kepada menjual produk saja,” ungkap Wenas yang juga merupakan Co-Founder Zalora Indonesia.

“Memulai start-up juga tidak bisa hanya sekedar ikut-ikutan tren saja, harus direncanakan secara matang, seperti jika ingin membuka toko online, kita harus tahu apa yang menjadi permasalahan dan produk apa yang mampu menyelesaikan masalah tersebut.” tambahnya.

Selain itu, Wenas juga memaparkan kiat-kiat untuk menjadi entrepreneur dan memulai bisnis start-up. Ia menjelaskan bahwa menjadi seorang entrepreneur bukan hanya sekedar memiliki produk lalu menjualnya, karena dalam dunia bisnis yang didukung dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informatika, semua probabilitas dapat terjadi. Untuk hal itu dibutuhkan kerja keras untuk menciptakan bisnis yang berhasil.

“Untuk menjadi seorang entrepreneur dibutuhkan tiga hal, yakni keringat, air mata dan darah. Ditambah juga selalu lakukan riset mendalam, jangan pernah malas melakukan riset, dan setelah itu mulailah ambil resiko karena dalam bisnis, selalu ada resiko yang harus diambil,” jelas pria asal Surabaya itu.

Menurut Wenas, kegiatan start-up business tidak bisa diekseskusi oleh kebanyakan orang karena faktor resiko yang sangat tinggi.

“Semua harus direncanakan benar -benar matang. Jika kita tidak siap, maka jangan pernah memulai bisnis start-up, apalagi yang hanya sekedar mengikuti tren atau agar terlihat keren saja karena memulai start-up,” imbuhnya.

Penulis: Christian Manafe

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: Christian Manafe