Kolaborasi Adera-Glenn Fredly Akan Hadirkan Kisah Titik Balik

Adera dan Glenn Fredly akan menjadi penampil utama dalam Konser Harmoni: Titik Balik yang akan diselenggarakan pada 14 Februari 2019 di Balai Sarbini Jakarta (ULTIMAGZ/Adrianus Dwi)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Adera dan Glenn Fredly akan berkolaborasi untuk pertama kalinya dalam konser Harmonia: Titik Balik di Balai Sarbini, pada 14 Februari mendatang. Konser yang akan menceritakan kisah titik balik dari kedua penampil ini diselenggarakan oleh promotor Arzillo yang tahun lalu juga menyelenggarakan konser Harmonia Romansa.

Direktur Arzillo Roy Siregar menjelaskan bahwa konser Harmonia: Titik Balik ini berkisah tentang momentum manusia yang menjadi stepping stone sebagai pemicu untuk melangkah ke depan. Oleh karena itu, Roy mengatakan bahwa kedua penampil akan bercerita tentang titik balik hidupnya masing-masing.

“Di konser Harmonia ini, kita akan tawarkan sesuatu yang mungkin banyak tidak diketahui oleh teman-teman tentang proses pembuatan album mereka. Karena sadar atau tidak sadar, proses pembuatan album mereka banyak mempengaruhi generasi millenial,” ujar Roy dalam kesempatan Konferensi Pers Konser Harmonia: Titik Balik (24/01/19).

Pemilihan kedua penampil utama ini bukanlah tanpa sebab. Roy mengatakan bahwa Adera dan Glenn merupakan seniman yang mampu mengharmonisasikan lirik dan musik dalam sebuah lagu.

Dalam konser kolaborasi ini, Adera akan bercerita tentang segala titik balik yang pernah ia alami; mulai dari masa ABG hingga akhirnya berkarir di bidang musik.

Tak berbeda jauh dengan Adera, Glenn juga akan bercerita tentang peristiwa-peristiwa yang menjadi titik balik dalam perjalanan karirnya.

Untold story juga jadi hal yang nantinya bisa eksklusif buat mereka yang datang. Karena ada hal yang mungkin yang tidak pernah saya ceritakan dan akan saya share di atas panggung,” ujar Glenn.

Momentum kolaborasi ini akan dimanfaatkan oleh kedua penampil untuk merilis single terbarunya. Dalam single tersebut, Glenn bahkan akan membawa format baru yang tidak pernah dilakukan pada konser-konser sebelumnya, yaitu format akustik.

 

Penulis: Adrianus Dwi Octaviano

Editor: Gilang Fajar Septian

Foto: Adrianus Dwi Octaviano