Melati Suryodarmo Siapkan Performa Berdurasi 12 Jam untuk Pameran Museum MACAN

Melati sedang menggiling briket arang dalam penampilan I’m a Ghost in My Own House pada 2012 di Lawangwangi Creative Space, Bandung. (: shanghartgallery.com)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com  Seniman kotemporer Melati Suryodarmo mempersiapkan performa yang berdurasi 12 jam untuk pameran di Museum MACAN, Jakarta Barat. Performa tunggal berdurasi 12 jam ini berjudul I’m a Ghost in My Own House yang akan menampilkan secara langsung aktivitas Melati menghancurkan dan menggiling ratusan kilogram briket arang pada Sabtu (29/02/20) dan Minggu (01/03/20).

Melalui peragaan ini, audiens berkesempatan untuk mengalami perjumpaan emosional dengan Melati yang juga akan menampilkan ketahanan tubuh serta mentalnya. Bertepatan dengan penampilan istimewa ini, museum akan dibuka lebih lama dari biasanya, yakni sejak pukul 09.00 sampai dengan 21.00 WIB.

Sebelumnya pada 2012, Melati pernah melakukan pertunjukan ini dengan menaruh meja gerindra di tengah ruang pameran Lawangwangi Creative Space, Bandung. Seketika ruangan telah ia ubah menjadi kolam arang. Hal ini ia lakukan karena arang menjadi simbol energi kehidupan. Namun, Melati pernah mengalami sendiri bagaimana sihir kehidupan dapat pudar dan dihabiskan. 

Melati sedang berada di atas tumpukan briket arang dalam performanya yang berjudul I’m a Ghost in My Own House di Lawangwangi Creative Space, Bandung pada 2012. (Sumber: melatisuryodarmo.com)

“Proses arang ini bisa mewakili pikiran serta keadaan psikologis saya, hangus menjadi bara melalui sistem tertentu dan tentu saja, melalui acara pribadi saya. Dalam pikiran saya, arang juga memiliki potensi untuk berubah dan menghancurkan,” jelas Melati dalam situs melatisuryodarmo.com.

Dengan mengiling batu bara, Melati mengubahnya menjadi biji-bijian, debu, dan jelaga. Menurutnya, arang yang digiling hanya akan kehilangan potensi energinya. Ia mengandaikan pikirannya yang berubah oleh sistem menjadi bara.

“Jika bara melewati proses pembebasan, katarsis (upaya pembersihan atau penyucian diri), dan kematian, mungkin mereka akan tumbuh menjadi sesuatu yang baru,” pungkas seniman yang sudah berkarya selama lebih dari 20 tahun ini.

Selain menyiapkan penampilan I’m a Ghost in My Hometown, Melati juga akan menampilkan dokumentasi video, karya foto, artefak dari pertunjukan sebelumnya, dan memvisualisasikan karya-karya yang paling menantang. Salah satu karya Melati yang paling terkenal ialah Why Let the Chicken Run?. Dalam peragaan ini, Melati akan mengejar seekor ayam jantan hitam di area galeri sebagai simbol proses manusia saat mengejar hal-hal yang diinginkan dalam hidup.

why
Poster pertunjukan Melani Suryodarmo yang berjudul Why Let the Chicken Run? (Sumber: museummacan.org)

Museum MACAN juga telah mempersiapkan berbagai program wicara, tur, dan program publik lainnya untuk memberkan kesempatan dialog langsung antara audiens dengan para perupa. Akan ada pula Wicara Seniman dengan gaya angkringan bersama Melati Suryodarmo. Melati pun merasa sangat terhormat karena bisa menjadi bagian dari dialog global terkait seni pertunjukan. 

“Pameran ini terbentuk dari 20 tahun lebih perjalanan saya dalam berkesenian. Dalam periode tersebut, praktik seni performance telah menjadi bagian penting dari seni kontemporer. Saya sangat merasa terhormat karena dapat menjadi bagian dari dialog global seputar seni performance, posisinya di dalam medan seni kontemporer dan perannya dalam masyarakat,” kata seniman senirupa pertunjukan asal Surakarta.

Bukan hanya hasil karya Melati, Museum MACAN juga akan menampilkan Julian Rosefeldt: Manifesto yang merupakan sebuah instalasi multimedia dengan 13 layar pada waktu yang sama. Nantinya pameran karya Melati Suryodarmo dan Julian Rosefeldt akan ditampilkan dari Jumat (28/02/20) hingga Minggu (31/05/20) di Musem MACAN, Jakarta Barat. 

 

Penulis: Elisabeth Diandra Sandi

Editor: Andi Annisa Ivana Putri

Sumber: kumparan.com, merahputih.com, melatisuryodarmo.com

Foto: shanghartgallery.com, melatisuryodarmo.com, museummacan.org