SERPONG, ULTIMAGZ.com – Metro TV menggelar acara perayaan Hari Kartini bertajuk “Svarna Kartini” di Piazza Gandaria City, Jakarta Selatan pada Sabtu (25/04/26). Acara ini hadir sebagai wadah refleksi dan penghargaan atas keberanian perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan di ranah digital serta lingkungan kerja yang penuh persaingan.
Acara dibuka secara meriah oleh Otonk Setiabudi dan Gadis Bianca sebagai Master of Ceremony (MC). Pembukaan acara inti ditandai dengan penampilan spektakuler dari Alfanoza Beauty Nculture yang menampilkan flash mob diikuti Parade fesyen bertema perempuan berkebaya Indonesia.
Baca juga: #BerbagiBeban, Soroti Pengelolaan Keuangan bagi Individu Lajang
Acara dilanjutkan dengan sesi talk show pertama yang dipandu oleh Jason Sambouw dan Vallencia Melvinsy sebagai MC. Sesi ini dibawakan oleh psikolog Tara De Thouars, Rahmi Hidayati, Angkie Yudistia, dan Melanie Subono sebagai narasumber. Pembicaraan mereka berfokus pada topik mencintai diri sendiri (self-love).
Psikolog Tara De Thouars mendefinisikan self-love sebagai mencintai, menerima, menyayangi, dan menghargai diri sendiri di tengah era media sosial yang penuh perbandingan. Selanjutnya, Rahmi Hidayati menekankan pentingnya menghadapi masalah dengan tenang dan menjaga diri dari hal-hal negatif, yang dipercaya akan mendatangkan hal baik.
Kemudian, Angkie Yudistia menginspirasi dengan kisahnya yang tidak pernah menyerah meskipun sering diragukan sebagai perempuan berkebutuhan khusus. Ia membuktikan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk mencapai kesuksesan. Lebih lanjut, Melanie Subono berbicara tentang pentingnya menghargai diri sendiri, terutama di industri yang didominasi laki-laki. Melanie mengaku pernah mengalami insecurity terkait dengan masalah kesehatan dan ekspektasi sosial terhadap perempuan.
“All of my insecurity itu bagian dari proses perjalanan yang membuat saya sampai ke hari ini. So I am me. Yes. I’m not perfect. Siapa sih yang perfect? Menjadi vulnerable is okay. Sedih, menangis, tidak apa-apa. Just enjoy the process.” ujar Melanie Subono dalam talk show.
Di sisi lain, Lizzie Parra menyoroti stereotipe kecantikan di Indonesia dan mengajak untuk bangga dengan keunikan masing-masing, menemukan kekuatan diri, serta tidak peduli dengan komentar negatif. Diskusi ditutup oleh Tara De Thouars dengan tiga tips meningkatkan self-love, yaitu memahami dan berempati pada diri sendiri, mengizinkan diri untuk membuat pilihan, serta selalu mengafirmasi bahwa setiap orang berharga di setiap situasi.
Sebelum memasuki sesi talk show kedua, Svarna Kartini menghadirkan kelas fesyen yang dibawakan oleh Rania Yamin dan Christina Anabel untuk memperkenalkan kecantikan sebagai wujud ekspresi diri. Sesi ini mengupas cara mix and match dalam berpakaian, melakukan color analysis, hingga menentukan pilihan pakaian formal dan informal yang nyaman dikenakan.
Sesi talk show berikutnya menghadirkan perempuan dari beragam latar belakang profesi untuk memberikan kisah inspiratif. Harapannya, tersampaikan pesan bahwa keberhasilan bukan lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian untuk memulai, bertahan, dan terus berkembang.
Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Pariwisata, membagikan perjalanan kariernya sejak menjadi jurnalis hingga pejabat publik. Ia menekankan pentingnya bekerja dengan hati, memahami peran yang dijalani, serta tetap menjadi diri sendiri dalam posisi kepemimpinan. Dalam pandangannya, pariwisata Indonesia harus tumbuh dengan kualitas dan keberlanjutan agar memberi manfaat bagi generasi mendatang.

Baca juga: BCA Berbagi Ilmu 2025: Filosofi “Ukemi” dalam Karier dan Hidup
Dari sisi industri dan pemerintahan, Juliani Kusumaningrum serta Sherly Tjoanda menunjukkan bahwa perempuan mampu memimpin dengan tegas, logis, dan penuh tanggung jawab. Keduanya menekankan pentingnya turun ke lapangan, membaca persoalan dengan jernih, dan membangun kepercayaan melalui kerja nyata.

Menjelang penutup, acara ini menghadirkan Runway Kartini bertajuk Rupa Nayika Nusantara oleh Mierto by Mira Jooe. Runway ini menampilkan perempuan yang dibalut dengan beragam busana batik. Acara ditutup dengan penampilan menyejukkan hati yang dibawakan oleh Andien.
Seluruh rangkaian Svarna Kartini menunjukkan pentingnya peran dan kekuatan perempuan di berbagai bidang. Oleh karena itu, mari selalu menghargai dan menerima perempuan sebagai sosok yang setara dan mampu memberikan kontribusi bagi masa depan.
Penulis: Zalfa Zahiyah Putri Wibawa
Editor: Jocellyn Lee Kurnianto
Foto: ULTIMAGZ/Iskandar Gautama

![Metta Angriani memaparkan materi pengelolaan keuangan bagi individu lajang pada sesi kedua #BerbagiBeban yang berlangsung di JP Live! Space, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Sabtu (25/04/2026). [foto id="384"]](https://ultimagz.com/wp-content/uploads/TEMPLATE-WATERMARK-UMAGZ-3-350x250.png)


