Nostalgia Bersama Diskoria di Penutupan Liga Prasmul 2018

Penampilan Diskoria menjadi penutup Liga Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya yang bertajuk 'Feras, Familia' di Universitas Prasetiya Mulya, BSD pada Kamis (14/12/2018) malam. (ULTIMAGZ/Rafaela Chandra)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com–Duo DJ Diskoria Selekta berhasil membawa pengunjung bernostalgia di malam penutupan Liga Prasmul 2018 pada Kamis (13/12/18) lalu. Grup beranggotakan Merdi Simanjuntak dan Fadli Aat itu menampilkan remix tembang-tembang populer tahun 90-an hingga 2000-an awal.

Hanya Memuji, Oh Kasih, Galih dan Ratna, sampai Rindu Ini yang dipopulerkan oleh grup musik Warna menjadi amunisi duo asal Jakarta ini untuk meramaikan Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) malam itu. Pengunjung pun terlihat antusias berdansa mengikuti hentakkan musik elektronik yang disuguhkan.

Mengusung tema Feras, Familia, penutupan Liga Prasmul sendiri merupakan re-branding dari acara Music Night yang setiap tahunnya diadakan oleh Student Board Universitas Prasetiya Mulya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya Music Night berdiri sendiri, kini acara musik tersebut dilebur ke dalam rangkaian Liga Prasmul yang berlangsung selama 26 hari.

Ketua acara Liga Prasmul 2018 Filbert Kelvianto mengungkapkan tema Feras, Familia diambil karena mengangkat semangat sportivitas dan kekeluargaan yang diusung oleh Liga Prasmul sejak awal berdiri.

“Memang di awal dari pertama event Liga pertama berdiri tujuannya menyatukan Prasmulyan agar menjadi satu keluarga, makanya diangkat Feras, Familia yang artinya ‘Game on, fam’,” ujarnya.

Selain Diskoria, malam penutupan Liga Prasmul perdana juga menampilkan musisi pendatang baru Syahravi dan Ardhito Pramono. Keduanya sukses menghibur pengunjung dengan lagu andalan mereka masing-masing. Syahravi dengan single perdananya yang berjudul Try, Try, Try, dan Arditho dengan Fake Optics dan Bitterlove.

Di samping pertunjukan musik, acara juga didukung dengan gerai-gerai makanan dan minuman yang sebagian besar merupakan hasil karya mahasiswa Prasmul sendiri. Disebut oleh Filbert, hal ini bertujuan untuk mengenalkan produk-produk karya mahasiswa dalam lingkup internal kampus.

“Untuk internalnya, gimana Prasmulyan bisa nge-branding-in produk mereka ke internalnya dulu, sesama Prasmulyan. Tapi kita juga nggak menutup kemungkinan untuk pihak eksternal yang mau branding di Prasmul, jadi kita open for both eksternal maupun internal,” pungkasnya.

Penulis: Charlenne Kayla Roeslie

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Fotografer: Rafael Chandra