“Rumah Pemilu” Bersama Kompas Siap Cerdaskan Masyarakat di Pemilu 2019

(Dari kiri ke kanan) Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, putri bungsu Abdurrahman Wahid Inayah Wahid, Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo (pemandu), Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, dan cendikiawan Komarudin Hidayat saat menghadiri peluncuran program "Rumah Pemilu" di Studio 1 Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Pusat, Kamis (02/08/18). (ULTIMAGZ/Devonseta)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Kompas TV menyajikan program ROSI Spesial “Rumah Pemilu” yang juga diadakan sebagai peluncuran program Rumah Pemilu. Disiarkan langsung dari Studio 1 Menara Kompas, Jalan Palmerah Selatan No.21, Jakarta pada Kamis (02/08/18), “Rumah Pemilu” hadir sebagai program hasil kolaborasi Harian Kompas, KompasTV, dan Kompas.com untuk menyediakan informasi terbaru pemilu 2019.

Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla yang diundang dan meresmikan “Rumah Pemilu” menyatakan bahwa pemilu 2019 akan menjadi pemilihan ke-4 di zaman reformasi yang akan menegangkan karena berbeda dari zaman Orde Baru.

“Kalau Orde Baru, lima tahun sebelum pemilu kita sudah tahu hasilnya,” ujarnya.

“Rumah Pemilu”hadir dalam tiga bagian. Bagian pertama bersama Pemimpin Redaksi KompasTV Rosianna Silalahi, putra-putri mantan Presiden RI membagikan pengalaman hidup mereka sebagai buah hati mantan orang nomor 1 di Indonesia. Mereka adalah Titiek Soeharto, Ilham Akbar Habibie, Alissa Wahid, dan Puan Maharani.

Bagian kedua bersama Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo berfokus pada tantangan prosedur pemilu 2019 mendatang. Pemilu disebut akan menjadi rumit karena terdiri dari lima pemilihan, yaitu anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan Presiden-Wakil Presiden. Pengisi acara yang diundang yaitu Inayah Wulandari (putri bungsu Abdurrahman Wahid), Thahjo Kumolo (Mendagri), Arief Budiman (Ketua KPU), Agus Rahardjo (Ketua KPK), dan Komaruddin Hidayat (cendiakawan muslim).

Agus Rahardjo menyatakan, pemilu selama ini tidak hanya memunculkan keprihatinan KPK, tetapi juga masyarakat Indonesia.

“Tidak hanya keprihatinan KPK, tetapi juga masyarakat Indonesia mengenai UU yang belum optimal dalam mengelola dana pemilihan yang sedemikian besar,” jelas Agus. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa perlu ada evaluasi sistem pengelolaan dana untuk hasil yang lebih baik.

Di samping itu, Komaruddin juga berpendapat bahwa pemilu bukanlah aksi pemerintah melawan rakyat, melainkan rakyat yang saling berkompetisi. Hal ini dianggap baik karena masyarakat saling bekerja dan mengawasi satu sama lain. Terlebih lagi untuk menanggapi potensi perpecahan bangsa. Terdapat ulama-ulama yang tersebar untuk memecah ombak informasi palsu dan ujaran kebencian yang disebabkan identitas politik.

Dalam bagian ketiga bersama Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho, yang dibahas ialah pandangan dan sikap anak muda dalam menghadapi politik. Pengisi acara yang diundang adalah Monita Tahalea, Muhammad Faisal, Arie Kriting, dan Reza Rahadian. Menurut mereka, banyak persepsi yang salah mengenai politik bagi anak muda. Terlebih lagi, konsumsi media yang membuat politik terlihat begitu rumit.

ROSI Spesial “Rumah Pemilu” ditutup oleh Rosianna, Budiman, dan Wisnu dengan mengumumkan peluncuran rumahpemilu.id sebagai hasil kolaborasi untuk memberitakan semua informasi dan berita mengenai pemilu 2019 mendatang.

Penulis: Ignatius Raditya Nugraha

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: Devonseta Aldi