Talkshow Alive 6.0: Broken Heart Syndrome dan Kenali Diri

Talkshow Alive 6.0
(Kiri) Didiet Maulana dan (Kanan) dr.Mahaputra SpKj sebagai narasumber dari Seminar Alive 6.0 dengan bertemakan Broken Heart Syndrome : Bebaskan Rasa Takutmu dilaksanakan melalui aplikasi zoom pada Sabtu (28/11/20). (ULTIMAGZ/Rista Cynthia)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Cara pertama untuk mencegah Broken Heart Syndrome sejak muda adalah dengan mengenali diri sendiri. Hal itu disampaikan oleh Dr. Mahaputra, SpKJ, seorang psikiater di Rumah Sakit Atmajaya dalam Talkshow Alive 6.0  yang dihelat oleh UMN Medical Center.

“Penting sekali ya untuk aware dalam mengelola stres yang kita punya sejak muda. Kenali diri sendiri. Kalau sudah mengerti diri sendiri, nanti kalau ada stress pasti bisa diatasi, yang penting recover-nya cepat. Pikirkan apa yang bisa kita lakukan, tidak berkepanjangan. Kalau kita dari muda sudah bisa mengelola emosi dengan baik, pada saat kita lansia kita tidak akan mudah tergoncang,” ujar Dr. Mahaputra.

Dalam literatur kedokteran, Dr. Mahaputra mengatakan bahwa Broken Heart Syndrome merupakan kumpulan gejala yang ditandai dengan adanya sesak napas dan kelelahan secara tiba-tiba. Hal itu disebabkan oleh adanya perubahan fungsi penurunan otot jantung terutama bagian atas.

Broken Heart Syndrome biasa terjadi kepada lansia dikarenakan stres secara mendadak. Gejala yang dirasakan biasanya sesak napas, kelelahan, nyeri pada dada, dan jantung berdebar-debar.

Menurut Dr. Mahaputra dalam Talkshow Alive 6.0, pada saat muda inilah waktu yang tepat untuk menjaga kesehatan kita, baik fisik maupun mental, keduanya pun harus seimbang agar dapat sehat secara utuh.

“Kesehatan mental dan fisik itu penting. Harus balance. Mereka saling mempengaruhi, jadi keduanya penting,” tuturnya.

Selain Dr. Mahaputra, Entrepreneur dan Founder Ikat Indonesia Didiet Maulana menambahkan bahwa penting untuk selalu menenangkan diri sendiri dan fokus apa dengan apa yang bisa kita kontrol. Menurutnya, pandemi ini mengajarkan kita untuk mengenal diri lebih dalam lagi.

“Selama pandemi ini kita harus bisa menjadi driver dari diri kita sendiri, menenangkan apa yang bisa kita kontrol. Karnea, yang di luar kita itu tidak bisa kita kontrol. Sebisa mungkin menjaga diri kita, kalau stresnya sudah tidak dapat dikontrol, luangkan waktu berkonsultasi kepada ahlinya. Pandemi ini memang mengajarkan kita untuk mengenal diri lebih dalam lagi,” pungkasnya.

 

Penulis: Keisya

Editor: Xena Olivia

Foto: Rista Cynthia