“Persona” Tonjolkan Empat Karakter Berbeda dari IU

IU sebagai Eun dalam film pendek kedua dari serial antologi "Persona", "Collector". (Foto: whats-on-netflix.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com—Penyanyi dan aktris asal Korea Selatan Lee Ji-eun atau yang dikenal dengan nama panggungnya IU kembali menunjukkan kecakapannya dalam dunia akting di serial antologi Netflix bertajuk Persona. Terdiri dari empat film pendek, pelantun “BBIBBI” ini memerankan empat karakter yang berbeda dalam masing-masing film tersebut.

Setiap film menggambarkan karakteristik yang dimiliki oleh tokoh IU sebagai sorotan utama. Film pendek pertama dengan judul “Love Set” menampilkan IU sebagai dirinya sendiri dengan sifat pemarah. Mengingat fakta bahwa ayahnya tengah menjalin hubungan dengan gurunya Doo-na (Bae Doo-na), ia mencoba melawan melalui olahraga tenis untuk mencegah mereka agar tidak menikah.

IU menunjukkan sifat yang lebih cuek nan misterius dalam film kedua, “Collector”. Berperan sebagai Eun, ia merupakan seorang wanita yang menjalin hubungan romantis bersama Baek Jeong-u (Park Hae-soo). Berbeda dengan Eun, IU lebih menunjukkan sikap yang lebih peduli tetapi pendendam sebagai seorang murid bernama Han-na dalam film ketiga, “Kiss Burn”. Dengan tujuan untuk membantu temannya Hye-bok (Shim Dal-gi), ia merencanakan sebuah pembalasan dendam terhadap ayahnya yang dianggap kasar.

Persona ditutup dengan suasana melankolis yang disajikan oleh film keempat, “Walking at Night”. Dengan latar monokrom, “Walking at Night” mengisahkan tentang karakter IU yang bertemu lagi dengan mantan kekasihnya (Jung Joon-won) di alam mimpi. Di sana, mereka mengenang masa lalu dan membicarakan hal yang tak dapat mereka sampaikan di kehidupan nyata.

Serial antologi besutan Yoon Jong-shin ini turut melibatkan empat sutradara yang berbeda untuk menulis dan menyutradarai masing-masing film pendek tersebut. Adapun sutradara yang ikut andil dalam antologi ini adalah Lee Kyoung-mi (“Love Set”), Yim Pil-sung (“Collector”), Jeon Go-woon (“Kiss Burn”), dan Kim Jong-kwan (“Walking at Night”).

Aspek yang menjadi sorotan dalam antologi ini adalah penggunaan elemen berupa metafora, terutama dalam film “Love Set” dan “Collector”. Melalui Persona, penonton pun diajak untuk memberikan interpretasi terhadap metafora yang disuguhkan di setiap cerita demi menemukan baik makna yang tersirat maupun tersurat. Sementara itu, alur yang beragam serta sinematografi yang apik nan detail juga patut diapresiasi dalam menyampaikan suatu pesan dari masing-masing cerita tersebut.

 

Penulis: Audrie Safira Maulana

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Foto: whats-on-netflix.com

Sumber: gulfnews.id, tirto.id