‘Shoplifters’: Relasi Abnormal Keluarga yang Menyentuh Hati

shoplifters
Film 'Shoplifters' garapan sutradara Jepang Hirokazu Koreeda menceritakan tentang hubungan kekeluargaan sebuah keluarga miskin. (Foto: YouTube)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Bila membicarakan keluarga, tentu imaji pertama yang muncul dalam benak adalah sebuah rumah hangat dengan hubungan antar orangtua dan anak yang akur. Namun, pikiran ideal mengenai keluarga ini tidak diperlihatkan dalam film Shoplifters garapan sutradara Jepang Hirokazu Koreeda. Dalam film berdurasi 121 menit ini, sebuat potret keluarga yang diperlihatkan adalah keluarga miskin yang suka mengutil.

Alur film ini bergerak maju, dengan scene pertama yang memperlihatkan seorang laki-laki paruh baya bernama Osamu Shibata (Lily Frangky) sedang mencoba mencuri di supermarket bersama anak kecil. Potongan klip pembuka itu kurang lebih menggambarkan gambaran keluarga yang diceritakan di film ini, serba kekurangan.

Kendala pertama muncul ketika Osamu mengambil seorang gadis berusia lima tahun yang terlantar. Dilema dan argumen timbul dalam rumah kecil yang dihuni oleh empat orang dewasa dan satu anak kecil tersebut. Meski empati yang mendasari aksi mengambil gadis cilik yang kemudian dinamai Lin tersebut, tetapi di mata hukum hal itu dianggap penculikan.

Film yang mendapat penghargaan pada ajang Cannes Film Festival ini memvisualisasikan kondisi kemiskinan di Jepang yang jarang tersorot dunia. Selain itu, film ini membolak-balikkan empati dan logika. Di satu sisi, tindakan seperti menculik, mengutil, dan segala pekerjaan kotor lainnya merupakan hal yang tidak baik. Namun, narasi dari film ini membuat penonton merasa paham mengapa para tokoh ini melakukan hal tersebut.

Pun tampaknya sudah menjadi ciri khas bagi sutradara Hirokazu Koreeda untuk membuat film bertema dasar keluarga. Sebelumnya, karya lainnya yang juga bertema keluarga ada Nobody Knows (2004), I Wish (2011), Like Father, Like Son (2013), Our Little Sister (2015). Pada film kali ini, Koreeda menonjolkan hubungan kekeluargaan yang tidak ditunjukkan lewat ucapan, tetapi pada tindakan. Banyak adegan yang secara tersirat menunjukkan keintiman, seperti makan bersama, menolong keluarga, dan mengalah untuk orang lain banyak disisipkan dalam berbagai adegan. Koreeda juga menunjukkan bahwa hubungan kekeluargaan tidak hanya terjadi pada hubungan sedarah.

Shoplifters banyak memunculkan tanda tanya di benak penonton yang akhirnya baru terjawab 20 menit terakhir sebelum film usai. Koreeda sengaja membuat beberapa potong klip mempunyai benang merah yang akan tersambung pada klip lain di menit-menit selanjutnya. Bila ingin mengerti secara utuh rahasia yang berada di cerita ini, penonton harus benar-benar serius menonton lantaran film ini masuk ke dalam kategori film yang mengharuskan penonton memutar otak.

Tidak ada melankolia berlebihan. Semua emosi diatur sesuai porsinya tanpa dilebih-lebihkan. Meski begitu, penonton pada akhirnya akan merasakan sendiri dilema sosial dari film ini, antara mengikuti simpati hati atau kebenaran tertulis secara hukum.

Penulis: Andi Annisa Ivana Putri

Editor: Agatha Lintang

Foto: YouTube