Gamer Rage: Ketika Bermain Gim Memicu Kekerasan

Gamer Rage: Ketika Bermain Memicu Kekerasan (Ultimagz)
Ilustrasi gamer rage (Foto: shutterstock.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Menang dan kalah merupakan suatu hal yang lumrah dalam sebuah game. Namun, sering kali perasaan frustrasi yang disebabkan oleh kekalahan dalam game dapat memicu amarah hingga menimbulkan kekerasan. Kondisi ini biasanya disebut gamer rage.

Dilansir dari rochester.edu, sebuah penelitian dilakukan pada 2014 untuk melihat pengalaman psikologis pemain ketika bermain game. Penelitian ini menemukan bahwa kegagalan untuk menguasai game dan kontrolnya menyebabkan frustrasi dan agresi, terlepas dari apakah game tersebut mengandung kekerasan atau tidak.

“Setiap pemain yang pernah melempar sebuah konsol setelah kalah dalam permainan elektronik dapat merasakan perasaan intens atau kemarahan yang disebabkan oleh kegagalan,” kata peneliti di Oxford Internet Institute, Andrew Przybylski. Dia mengatakan bahwa perasaan frustrasi tersebut sering disebut dengan istilah rage quitting di kalangan gamers.

Rekan peneliti Przybylski dalam penelitian tersebut sekaligus psikolog di University of Rochester, Richard Ryan menjelaskan bahwa ketika orang merasa tidak memiliki kendali atas hasil permainan, maka hal itu akan mengarah ke agresi.

“Kami melihatnya dalam eksperimen kami. Jika Anda menekan kompetensi seseorang, mereka akan menjadi lebih agresif, dan efeknya bertahan baik game tersebut mengandung kekerasan atau tidak,” jelas Ryan.

Komunitas game juga dapat berkontribusi dalam menyebabkan gamer rage. Dilansir dari healthygamer.gg, seseorang kadang bermain game sebagai bentuk pelarian dari masalahnya. Ketika hal tersebut tidak efektif, maka mereka akan melampiaskan perasaan mereka ketika bermain. Ketika hal tersebut dilakukan oleh orang banyak, maka akan terbentuk sebuah komunitas game yang bersifat “toxic.”

Komunitas tersebut memberikan dampak yang buruk terutama bagi pemain pemula. Ketika mereka memasuki komunitas tersebut, mereka menyadari bahwa mereka harus beradaptasi dengan situasi tersebut untuk bertahan. Akibatnya, perilaku kasar jadi dianggap normal oleh mereka.

Dilansir dari ventureacademy.ca, gangguan dan perubahan suasana hati juga berkontribusi pada gamer rage. Seseorang dapat mengalami peningkatan kecemasan, depresi, dan perasaan kesepian. Temperamen pendek dan perasaan frustrasi dapat terjadi dengan lebih mudah dan tanpa peringatan.

Nah, untuk mencegah terjadinya gamer rage, Ultimates dapat menyimak beberapa tips di infografik berikut.

 

Penulis: Louis Brighton Putramarvino

Editor: Charlenne Kayla Roeslie

Foto: shutterstock.com

Sumber: rochester.edu, healthygamer.gg, ventureacademy.ca