Awal yang Buruk, Vieira Waspada Hadapi Nasib Seperti De Boer

Awal yang Buruk, Vieira Waspada Hadapi Nasib Seperti De Boer (Ultimagz)
Rekor buruk Patrick Vieira sebagai manajer baru Crystal Palace patut membuatnya waspada agar tidak menghadapi nasib seperti pendahulunya, Frank De Boer. (Foto: football365.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Perjalanan manajer baru Crystal Palace, Patrick Vieira sejauh ini tidak berjalan mulus. Dari 4 pertandingan yang dipimpinnya, Palace menelan 2 kekalahan dan hanya mampu memperoleh 2 hasil imbang. Rekor ini patut membuat Vieira waswas mengingat pendahulunya, Frank De Boer, memiliki rekor yang buruk sebelum akhirnya dipecat dari posisinya.

Ketika ditunjuk untuk mengasuh The Eagles pada Minggu (04/07/21), banyak ekspektasi yang ditaruh di pundak mantan kapten Arsenal tersebut. Vieira sebelumnya menghabiskan hampir dua setengah tahun bersama klub asal Prancis OGC Nice. Di sana, Vieira membawa Nice finis di peringkat ke-7 dan ke-5 dalam dua musim sebelum akhirnya dipecat di tengah musim ketiganya bersama klub asal Prancis tersebut.

Palace yang baru saja ditinggal manajernya, Roy Hodgson, yang memutuskan untuk mengundurkan diri di akhir musim 2020/2021, sedang mencari sosok pemimpin yang mampu meningkatkan performa The Eagles. Hodgson memang dinilai sebagai pelatih dengan pendekatan yang cukup konservatif. Namun, berkatnya, Palace mampu menemukan kestabilan untuk tidak terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Inggris.

Kedatangan Vieira sebenarnya diharapkan untuk membawa Palace ke tingkat yang lebih baik dari era Hodgson. Pergerakan mereka di bursa transfer juga menunjukkan bahwa mereka menempatkan fokus untuk membangun tim dengan gabungan pemain berpotensial yang akan diintegrasikan dengan pemain mereka yang lebih berpengalaman. Kedatangan bintang-bintang muda, seperti Nathan Ferguson, Eberechi Eze, dan Michael Olise yang merupakan pemain-pemain yang menonjol di kasta kedua Liga Inggris menunjukkan bahwa Palace benar-benar serius untuk mengembangkan bakat para pemain muda tersebut agar dapat berkontribusi terhadap kesuksesan tim di masa yang akan datang.

Pola ini mirip dengan apa yang dihadapi oleh Frank De Boer pada musim 2017/2018. Kala itu, De Boer ditunjuk sebagai manajer baru Palace dengan harapan dapat meningkatkan permainan mereka. De Boer yang memiliki reputasi sebagai mantan pelatih Ajax yang pernah membawa mereka menjuarai Liga Belanda selama empat musim beruntun. Pemain-pemain yang didatangkan pun merupakan pemain muda berpotensial untuk digabungkan dengan pemain berpengalaman mereka.

Pemain muda seperti Ruben Loftus-Cheek, Timothy Fosu-Mensah, dan Jairo Riedewald didatangkan untuk melengkapi tim dengan pemain berpengalaman, seperti Christian Benteke dan Wilfried Zaha. Namun, sederet hasil buruk kemudian, De Boer langsung didepak. Dari 5 pertandingan yang dimainkan di seluruh kompetisi, De Boer hanya mampu memenangkan 1 pertandingan sementara sisanya kalah, itu pun hanya melawan klub di kasta kedua Liga Inggris, Ipswich, di Piala Liga Inggris.

Patrick Vieira sudah sepatutnya waspada akan hal ini mengingat rekornya sebagai manajer Palace saat ini masih jauh dari kata mengesankan. Jika tren negatif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Vieira akan mengalami nasib yang sama dengan De Boer.

 

Penulis: Louis Brighton Putramarvino

Editor: Charlenne Kayla Roeslie

Foto: football365.com