Taylor Swift Kembali dengan Versi Baru “Love Story”

Cover untuk album “Fearless (Taylor’s Version)”. (Foto: Twitter/Taylor Swift)
Cover untuk album “Fearless (Taylor’s Version)”. (Foto: Twitter/Taylor Swift)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Taylor Swift, penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat, merilis versi rekaman ulang dari Love Story pada Jumat (12/02/21). Lagu versi baru tersebut mengungguli lagu original dari album “Fearless”-nya pada 2008.

Melansir headlineplanet.com, Love Story (Taylor’s Version) telah mengumpulkan 10.000 unduhan dalam waktu 24 jam. Lagu tersebut juga mengumpulkan hampir 3 juta streaming di Spotify AS. Dalam empat hari, lagu ini telah didengar sebanyak 5,8 juta kali di layanan streaming.

Kesuksesan besar yang didapatkan Taylor dari lagu versi rekaman ulang ini dipandang oleh banyak orang, terutama penggemarnya, sebagai pembenaran atas langkah Taylor untuk mengambil kembali kendali atas katalog punggungnya. Pasalnya, Taylor pernah mengalami perseteruan sengit dengan rekan kerjanya di industri musik pada 2019.

Dilansir dari latimes.com, Scooter Braun, seorang manajer musik, membeli label musik Big Machine yang kebetulan agensi yang menaungi Taylor Swift. Ini bertentangan dengan keinginan Taylor karena musiknya dijual tanpa sepengetahuannya. Kejadian ini juga membuat Taylor kehilangan enam album pertamanya.

Kemudian, pada Oktober 2020, Taylor Swift berhasil dihubungi oleh perusahaan Shamrock Holdings. Perusahaan tersebut telah membeli seluruh karya Taylor Swift dari Scooter Braun.

Sebulan atau lebih setelah ini, klausul Taylor dalam kontrak Big Machine telah kedaluwarsa. Hal ini menandakan awal yang baru bagi Taylor karena ia sekarang diizinkan untuk merekam ulang dan merilis ulang semua musiknya, menciptakan master rekaman baru, dan mengambil kembali kepemilikan dari pekerjaannya sendiri.

Dalam sebuah wawancara dengan Apple Music, Taylor mengungkapkan bahwa ia merasa sangat dekat dengan lagu-lagu lamanya setelah ia memulai proses perekaman ulang enam album pertamanya. Taylor juga menyinggung mengenai betapa pentingnya bagi artis untuk memiliki musik mereka sendiri.

“Alasan mengapa saya begitu bersemangat sehingga artis harus memiliki katalognya adalah karena jika Anda pencipta semua musik ini, Anda satu-satunya yang benar-benar tahu seluk beluknya. Anda adalah satu-satunya yang tahu apa yang hampir ditulis. Anda satu-satunya yang mengetahui jenis rahasia perjalanan pembuatan musik ini,” kata Taylor sebagaimana dilansir dari vulture.com.

Love Story (Taylor’s Version) merupakan single pertama yang dirilis dari proyek perekaman ulang album “Fearless”. Sementara albumnya, “Fearless (Taylor’s Version)” akan dirilis pada 9 April.

Pembuatan album “Fearless (Taylor’s Version)” akan menjadi sangat berarti bagi Taylor Swift dan para penggemarnya karena album originalnya, “Fearless”, adalah album pertama Taylor. Album yang dirilis tigabelas tahun lalu itu menjadi album pertama Taylor yang sukses karena berhasil menjual 529.000 kopi dalam waktu satu minggu dan menjadi sejarah ketika memenangi penghargaan mulai dari American Music Award hingga Grammy Award.

 

Penulis: Alycia Catelyn

Editor: Andi Annisa Ivana Putri

Foto: Twitter/Taylor Swift

Sumber: latimes.com, vulture.com, headlineplanet.com, billboard.com