“Sesame Street” dan Pelajaran Berharga Tentang Pengidap Autisme

sesame street
Julia (tengah) memulai debut dalam acara pendidikan anak 'Sesame Street'. (Foto: guideposts.org)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Sesame Street merupakan sebuah program televisi luar negeri untuk anak-anak yang menggunakan boneka sebagai karakter. Uniknya, boneka-boneka dalam program telelevisi ini menggambarkan keberagaman, mengajarkan anak melalui penokohan yang digunakan. Tepat tiga tahun yang lalu pada April 2017, Sesame Street memperkenalkan karakter dengan latar belakang autisme.

Boneka dengan kulit kuning, rambut merah dan mata hijau itu bernama Julia. Dia menepuk tangannya saat merasa senang, mudah terganggu dengan suara lantang, dan seorang yang pemalu. Dia juga mengulang setiap kalimat yang dikatakan lawan bicaranya. Ciri-ciri sederhana tersebut menggambarkan seorang anak berumur empat tahun yang memiliki kebutuhan khusus.

Tokoh Julia dari ‘Sesame Street’ merupakan tokoh anak kecil pengidap autisme. (Foto: Today Show)

Dalam satu video yang diunggah akun resmi YouTube program televisi pendidikan anak ini berjudul ‘Sesame Street: Meet Julia’ dan berdurasi 10 menit, Julia diperlihatkan sebagai anak yang memiliki kreatifitas tinggi, dia menggambar dengan sangat baik.

Dalam video ini Sesame Street mengajarkan cara berkomunikasi dengan anak berkebutuhan khusus. Hal ini dapat dilihat ketika karakter bernama Big Bird, sebuah burung berwarna kuning heran terhadap Julia yang mengabaikannya dan sangat terganggu dengan suara ambulans.

“Dia tidak seperti teman-teman ku yang lain,” ujar Big Bird karena beberapa perbedaan yang dimiliki Julia.

Terdapat beberapa pelajaran tentanga komunikasi dengan pengidap autisme dalam video perkenalan Julia tersebut. Penjelasan dimulai ketika Julia, Elmo dan Abby bermain tag. Umumnya, permainan ini dilakukan dengan berjalan atau berlari, namun Julia melompat.

Salah satu pemeran manusia dalam program Sesame Street, Alan Muraoka menerangkan beberapa perbedaan pada Julia, namun dia menegaskan bahwa perbedaan itu bukanlah hal yang harus dianggap aneh.

“Terkadang orang dengan autisme melakukan hal yang akan membingunkan mu,” terang Alan. “Tidak penting bagaimana cara mereka memainkannya, mereka hanya teman yang sedang berkumpul,” lanjutnya.

Sangat mendalami perannya, Stacey Gordon, pemeran Julia, juga adalah seorang yang memiliki banyak pengalaman dengan anak berkebutuhan khusus. Dia mengatakan ingin memberikan yang terbaik dan menghidupkan Julia ke dunia. Dia pun memiliki seorang anak yang memiliki kebutuhan khusus dan menjadi terapis untuk pengidap autisme sejak  2001.

“Aku sudah mempersiapkan peran Julia sepanjang hidup ku. Bukan hanya sebagai pementas boneka, tapi juga sebagai ibu dari seorang anak dengan spektrum autisme,” jelasnya.

Program ini berusaha untuk memaksa dunia untuk mengarahkan mata kepada mereka yang sering jadi sasaran perundungan. Kasus perundungan terhadap anak berkebutuhan khusus memang tidak pernah ada habisnya. Maka dari itu, di Hari Peduli Autisme ini, ada baiknya melihat cara Sesame Street  memberi pelajaran kepada generasi selanjutnya, sembari menampar kehidupan sosial yang seringkali mengucilkan perbedaan.

 

Penulis: Andrei Wilmar

Editor: Andi Annisa Ivana Putri

Foto: guideposts.org, Today Show

Sumber: npr.org, history.com, puppetpie.com, autism.sesamestreet.org, YouTube.com/SesameStreetinCommunities