Bermain Sambil Belajar dengan Minecraft Education Edition

Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Masih ingat dengan Minecraft? Permainan yang seluruh objeknya berbentuk dasar kotak tersebut memang terkenal akan kemampuannya dalam membangun sesuatu sesuai dengan keinginan penggunanya. Namun, bagaimana jadinya jika kemampuan membangun Minecraft digabungkan dengan dunia pendidikan?

Hal itulah yang coba dilakukan oleh Microsoft. Pada Juni mendatang, Minecraft Education Edition akan tersedia dalam 11 bahasa di 41 negara. Apa saja yang membedakan Minecraft biasa dengan edisi pendidikan ini?

Sebenarnya, keduanya memiliki alur permainan yang sama, yakni membangun dunia idaman dari bahan-bahan dasar yang disediakan. Namun, pada versi pendidikan disediakan fitur pemetaan, kamera dan scrapbook untuk menampilan screenshot katalog, juga fitur kunci untuk beberapa hal yang hanya bisa diakses oleh guru. Tak hanya itu, ada juga kuis dan puzzle yang bertujuan untuk menambah pengetahuan para siswa.

Adapun pelajaran yang dapat dimuat di permainan ini antara lain akurasi dalam membangun, pendidikan sejarah dengan membangun tempat-tempat bersejarah, science molecular, simulasi mesin, hingga dasar-dasar pemrograman. Kreativitas peserta didik juga semakin terasah lewat permainan ini.

Setelah dibeli oleh Microsoft pada 2014 silam, Minecraft telah mendapatkan beberapa perhatian khusus di antaranya penanaman kecerdasan buatan, dan kali ini membuat versi pendidikannya. Microsoft berharap agar versi terbaru Minecraft ini dapat membantu para pengajar untuk menciptakan proyek-proyek kelas yang dapat digunakan kembali.

Versi beta Minecraft edisi pendidikan sudah tersedia mulai bulan Mei di lebih dari 100 sekolah di 30 negara. Untuk menjalankan aplikasi ini, dibutuhkan sistem operasi Windows 10 dan akun Office 365. Disediakan juga situs web tempat pengajar mengatur rencana pelajaran dan memantau para muridnya.

Minecraft versi pendidikan ini akan dikenai charge 5 US Dollar per siswa. Game ini juga bisa diunduh dan dimainkan di rumah.

Penulis : Monica Devi Kristiadi
Editor : Alif Gusti Mahardika
Sumber : Wired.co.uk, Inilah.com, Tempo.co