• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Sunday, September 6, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Erupsi Gunung Anak Krakatau: Sebaran Abu ke Arah Timur dan Barat

Celine Valleri by Celine Valleri
September 6, 2026
in Iptek
Reading Time: 3 mins read
Hasil catatan seismograf saat terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (05/09/2026). (ULTIMAGZ/Febrian Dwianto).

Hasil catatan seismograf saat terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (05/09/2026). (ULTIMAGZ/Febrian Dwianto).

0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.COM – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi pada Jumat (04/09/2026), pukul 23.07 WIB. Melansir detik.com, aktivitas terakhir erupsi masih berlangsung hingga Minggu (06/09), pada pada 03.53 WIB yang terekam selama 30 detik.  

Kepala Badan Geologi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria, menyampaikan bahwa erupsi lava air mancur yang dikeluarkan Gunung Anak Krakatau merupakan fenomena yang umum terjadi. Dentuman dan getaran keras yang dirasakan hingga Jawa Barat juga diduga kuat berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, dilansir dari kl.antaranews.com. 

Baca juga: Melankolia Radikal: Dongker, Jokowi, dan Album Baru.

Melansir bbc.com, status Gunung Anak Krakatau saat ini berada di Level III (Siaga). Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak berada dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung. 

ULTIMAGZ mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau (Pasauran), Serang, Banten pada Minggu (06/09/2026). Hingga saat ini, Pasauran masih memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau yang bersifat fluktuatif. 

Anggi Nuryo Saputro, petugas pengamat Pasauran, mengatakan bahwa kamera pengawas (CCTV) pengamat di sekitar gunung belum bisa diakses kembali karena tertutup abu dan terkena lontaran magma. Untuk saat ini, Pasauran hanya bisa mengakses CCTV dari pos pemantau.

 

Seismograf mencatat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Pos Pemantauan Gunung Krakatau, Pasauran, Serang, Banten, pada Minggu (06/09/2026). (ULTIMAGZ/Febrian Dwianto)
Seismograf mencatat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Pos Pemantauan Gunung Krakatau, Pasauran, Serang, Banten, pada Minggu (06/09/2026). (ULTIMAGZ/Febrian Dwianto)

Arah Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Melansir cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap terdapat dua klaster sebaran vulkanik Gunung Anak Krakatau. 

Arah Timur Anak Krakatau

Sebaran ke arah timur Anak Krakatau meliputi daerah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Sebaran abu ini mencapai ketinggian 20 ribu kaki di atmosfer. Beberapa masyarakat di sekitar Jabodetabek mulai merasakan abu tipis yang berterbangan. Sebaran abu vulkanik juga menyebabkan Bandara Soekarno-Hatta ditutup pada Minggu (06/09/2026), dan pengalihan serta penundaan penerbangan. 

Arah Barat-Selatan Anak Krakatau

Sebaran abu vulkanik ke arah barat daya-barat laut mencapai ketinggian 50 rb kaki di atmosfer. Sebaran ini mencakup sebagian wilayah Banten, Lampung, dan Bengkulu. Sebagian masyarakat merasakan abu vulkanik yang menyelimuti ruas jalan di Bandarlampung. 

Dampak Abu Vulkanik: Gangguan Pernapasan dan Iritasi Mata

Abu vulkanik mengandung partikel batuan gunung api yang terpecah-pecah ke ukuran sangat halus yang dapat masuk ke paru-paru. Paparan abu dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kesulitan bernapas, batuk kering, sesak napas, hingga iritasi hidung, dilansir dari kompas.tv. Adapun kelompok yang paling berisiko adalah penderita asma, bronkitis, emfisema, dan orang dengan gangguan jantung berat. 

Tidak hanya itu, paparan abu vulkanik juga dapat mengiritasi mata dan menggores kornea. Adapun gejala yang dirasakan seperti mata perih, gatal, merah, atau bengkak.

Baca juga: Sambut HUT ke-500, Jakarta ReImagined Pamerkan 15 Desain Ruang Publik Masa Depan Ibu Kota

Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik

Melansir idntimes.com, berikut adalah cara melindungi diri dari paparan abu vulkanik. 

  1. Masuk dan bertahan di dalam bangunan. Menutup pintu, jendela, serta celah yang menghadap keluar. Mematikan kipas dan pendingin ruangan yang menarik udara dari luar.
  2. Menggunakan masker N95. Masker ini dapat menyaring lebih dari 98 persen partikel abu. Pastikan hidung dan mulut tertutup. 
  3. Melindungi mata dan kulit dengan kacamata pelindung, baju lengan panjang, dan celana panjang. Hindari mengusap mata karena butiran abu dapat menggores permukaan kulit. 
  4. Membatasi berkendara karena abu yang telah mengendap dapat terbang kembali. Tutup jendela dan jangan nyalakan pendingin yang dapat memasukkan udara luar. 
  5. Membersihkan debu tanpa menerbangkan debu. Tunggu hingga abu selesai turun, basahi endapan dan gunakan kain lembap untuk membersihkan bagian dalam rumah. Hindari pemakaian penyedot debu karena dapat menyemburkan kembali partikel halus. 

 

Penulis: Celine Valleri, Febrian Dwianto

Foto: Febrian Dwianto

Editor: Celine Valleri

Sumber: detik.com, kl.antaranews.com, cnnindonesia.com, kompas.tv, idntimes.com

Tags: abu vulkanikanak krakataubantendebudki jakartaerupsiiritasilampungmaskerpernapasanselat sunda
Celine Valleri

Celine Valleri

Salam kenal semuanya, nama aku Celine Valleri dan aku adalah mahasiswi jurnalistik di UMN. Aku suka nulis artikel, terutama yang softnews dan up to date! Visit my Instagram profile at @celinevlleri to connect with me!! <33

Related Posts

Konferensi Nasional yang dihadiri 34 lembaga pers mahasiswa. (dewanpers.or.id)
Event

Dewan Pers dan UNESCO Gelar Konferensi Nasional untuk Perkuat Kedaulatan Pers Mahasiswa

September 3, 2026
Tampilan salah satu situs pesan makanan. (foodnevercomes.com)
Iptek

Pesan Tanpa Bayar? Mengenal Dopamine Sites, Tren Situs Belanja Palsu untuk Cari Kenyamanan

September 2, 2026
Direktur Kerja Sama Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Republik Kazakhstan, Serik Kalkamanov, merespons pernyataan salah satu perwakilan perguruan tinggi Indonesia dalam acara Kazakhstan–Indonesia Forum of Higher Education Institution di Function Hall, Universitas Multimedia Nusantara, Senin (15/06/26). [foto id="398"]
Event

Kazakhstan–Indonesia Forum of Higher Education Institutions: Wadah Perkembangan Diplomasi Melalui Jalur Pendidikan

June 20, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + five =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021