Lupus, Penyakit Langka Berwajah Seribu

Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – World Lupus Federation (WLF) menetapkan 10 Mei sebagai Hari Lupus Sedunia. Peringatan tersebut ditetapkan berdasarkan kesepakatan organisasi lupus di 13 negara dunia. Tahun  ini, Hari Lupus Sedunia telah diperingati untuk kelima belas kalinya.

Masih banyak orang yang belum mengenal penyakit lupas karena terbilang langka. Lupus merupakan penyakit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh manusia. Penyakit ini dikenal sebagai penyakit seribu wajah karena gejalanya yang sangat sulit dideteksi.

Seperti dilansir dari Kompas.com, Pembina Yayasan Lupus Indonesia Profesor Dr. Zubairi Djoerban, SpPd, KHOM, FINASIM, mengungkapkan, gejala yang muncul pada setiap penderita lupus berbeda-beda. Hal ini membuat penyakit lupus sering kali tidak disadari, seperti sakit persendian atau tulang, demam berkepanjangan, muncul bercak merah mirip bentuk kupu-kpu pada wajah, serta sering merasa lelah hingga gangguan ginjal. Akibatnya, keterlambatan diagnosa penyakit lupus sering terjadi.

Penyakit yang dikenal dengan sebutan penyakit autoimun ini menyerang siapapun tanpa pandang bulu. Dilansir dari cnnindonesia.com, setiap harinya ada lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia berjuang dan hidup melawan lupus.

Namun, ternyata masih banyak orang yang belum mengetahui dan menyadari akan bahaya lupus. Penelitian terbaru menunjukkan banyak pemahaman yang salah kaprah tentang lupus berkembang di masyarakat.

“Saat lupus merupakan isu kesehatan global, lebih dari setengah (51 persen) responden survey tak menyadari bahwa lupus adalah sebuah penyakit,” dikutip dari cnnindonesia.com berdasarkan temuan dari 16 Nation Survey.

Survey yang dilakukan pada lebih 35 ribu orang dewasa di 16 negara itu juga menemukan banyak stigma yang salah terhadap penderita lupus.

Dari data tersebut, hanya 57 persen responden yang menyatakan ‘sangat nyaman’ dan ‘nyaman’ saat memeluk penderita lupus. Sementara sebanyak 49 persen merasa ‘sangat nyaman’ dan ‘nyaman’ berbagi makanan dengan penderita lupus. Padahal, faktanya lupus bukan merupakan penyakit menular.

 

Reporter: Galuh Putri Riyanto

Editor: Hilel Hodawya

Sumber: cnnindonesia.com, Kompas.com

Foto: ngenetyuk.com