Menguak Mitos Overnight Charging Pada Smartphone

mengecas smartphone selagi tidur
Charge ponsel selagi tidur sebenarnya tidak menimbulkan dampak buruk seperti anggapan orang banyak. (Foto: sea.pcmag.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Seiring berkembangnya zaman, manusia makin tidak bisa lepas dengan yang namanya teknologi. Salah satu teknologi yang umum digunakan pada zaman ini adalah smartphone. Banyak orang menggunakan smartphone mereka sepanjang hari dan baru bisa mengisi ulang daya smartphone mereka pada malam hari. Namun, hal ini banyak dipertanyakan kemanannya.

Mengisi ulang daya ponsel pada malam hari sering menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang. Mereka mengkhawatirkan apa yang dapat terjadi apabila mereka mengecas ponsel mereka selagi mereka tidur. Berbagai anggapan mengenai dampak buruk yang akan terjadi apabila mengecas ponsel semalaman membuat orang-orang menjadi waswas ketika akan melakukannya.

Namun, tidak semua anggapan itu benar. Sebagian dari anggapan itu memang tidak nyata dan sebagian sudah tidak berlaku lagi. Berikut beberapa mitos mengenai overnight charging yang salah.

  1. Mengecas Ponsel Semalaman Akan Merusak Baterai

Anggapan ini sudah tidak relevan dengan keadaan sekarang. Menurut Kyle Wiens, pakar dari iFixit, tidak masalah apabila ponsel tetap tercolok walaupun baterai sudah penuh, hal itu tidak akan mempengaruhi kualitas baterai. Kualitas baterai ponsel memang akan menurun secara alami. Hal itu yang menyebabkan para pengguna smartphone merasa baterai mereka cepat habis, bukan karena keseringan dicas semalaman.

  1. Mengecas Ponsel Semalaman Akan Menyebabkan Kelebihan Daya

Anggapan ini juga sudah tidak relevan dengan teknologi zaman sekarang. Menurut Anker, salah satu perusahaan pembuat baterai ponsel, setiap perangkat zaman ini memiliki chip built-in yang akan menghentikan pengisian daya ketika baterai ponsel sudah mencapai 100%. Karena alasan tersebut, maka ponsel akan tetap aman ketika dibiarkan untuk dicas semalaman.

  1. Mengecas Ponsel Semalaman Akan Memperpendek Umur Baterai

Menurut Wiens, anggapan ini tidak benar karena sebenarnya patokan mengisi daya ponsel adalah melalui siklus yang disebut cycle count. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan cycle count adalah jumlah pengisian daya sampai penuh yang bisa dilakukan oleh sebuah perangkat. Contohnya adalah apabila baterai ponsel habis lalu dicas sampai penuh, maka itu terhitung sebagai 1 siklus. Contoh lainnya apabila baterai ponsel tersisa 50% lalu dicas sampai penuh, maka itu terhitung sebagai setengah dari 1 siklus. Hal itu menyebabkan baterai ponsel tidak akan mengalami pengurangan umur hanya karena kelebihan dicas saat penggunanya sedang tidur karena seperti sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, perangkat memiliki chip built-in untuk menghentikan pengisian daya ketika kapasitas baterai sudah penuh.

Sekarang setelah mengetahui bahwa mitos-mitos tersebut tidaklah benar, Ultimates tidak lagi perlu khawatir ketika ingin mengecas smartphone semalaman. Akan tetapi, perhatikan juga alas tempat menaruh ponsel yang sedang dicas. Gunakan alas yang tidak panas untuk mencegah meledaknya baterai.

 

Penulis: Louis Brighton Putramarvino

Editor: Andi Annisa Ivana Putri

Foto: sea.pcmag.com

Sumber: www.liputan6.com, jalantikus.com, www.businessinsider.sg