Pandemi Virus Zika di Awal Tahun 2016

Virus Zika tengah mewabah Brazil dan negara seiktarnya pada awal tahun 2016, serta membawa ancaman serius pada bayi dalam kandungan, yakni penyakit microcephaly
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Nyamuk jenis Aedes Aegypti yang selama ini kita ketahui menyebarkan penyakit demam berdarah (dengue), kini juga membawa virus lain yakni Zika (ZIKV). Virus ini telah menyebabkan pandemi baru di negara bagian Amerika dan sekitarnya, dimana jumlah kasus meningkat drastis hingga 4000 kasus selama bulan Oktober 2015 sampai Januari 2016.

Tingginya angka kasus ini membuat direktur jendral WHO Margaret Chan mengingkatkan tingkat kewaspadaannya. WHO akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas virus Zika pada Senin (1/2) mendatang. Pemerintah Jamaika, Brasil, Kolombia dan El Salvador juga menyarakankan para wanita untuk menunda kehamilan mereka selama virus Zika masih mewabah.

Berdasarkan fakta yang dituangkan oleh WHO di situs resminya, virus Zika pertama kali ditemukan pada rhesus kera di Uganda pada tahun 1947. Kemudian virus ini menyebar dan menjangkit manusia tahun 1952 di Uganda dan Tanzania, kemudian melonjak dalam waktu singkat pada awal tahun 2016 di daerah Amerika Selatan dan Brasil.

Penderita virus ini akan mengalami rasa sakit seperti nyeri sendi, demam, ruam pada permukaan kulit, dan rasa sakit kepala yang hebat. Jika penderitanya adalah ibu hamil, bayi dalam kandungan akan sangat berpotensi mengalami microcephaly, dimana kondisi neurologis kepala bayi mengalami penyusutan dan menyebabkan cacat permanen pada bayi.

Sampai saat ini belum ditemukan perawatan khusus ataupun vaksin untuk menangani virus ini. Penderita yang terjangkit virus Zika dianjurkan untuk beristirahat, meminum banyak air putih, dan mengonsumsi obat-obatan seperti paracetamol dan obat penurun demam dan nyeri sendi lainnya.

Adapun upaya untuk mencegah infeksi virus Zika ialah dengan menggunakan penolak nyamuk (insect repellent), tidur di dalam ruangan berkawat nyamuk (mosquito nets), serta mengenakan warna baju yang cerah dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama air.

Sebagaimana yang sebelumnya Ultimagz laporkan, di Indonesia telah terdeteksi adanya virus Zika. Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Amin Soebandrio telah melaporkan kasus infeksi virus Zika di Indonesia kepada promedmail.org pada 15 November 2015 silam. Virus tersebut juga dikabarkan muncul di beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Penulis : Elisabeth

Editor : Alif Gusti Mahardika

Sumber : wired.co.uk, who.int, promedmail.org

Foto : Wired.co.uk