Usai Kejadian Bom Surabaya, Facebook Aktifkan Fitur ‘Safety Check’

Tampilan fitur 'Safety Check' milik Facebook. Fitur ini memungkinkan pengguna membagikan informasi bahwa dirinya berada dalam kondisi aman di tengah bencana alam atau kejadian darurat seperti ledakan bom. (Sumber foto: infomenarik-terbaru.com)
Share:

SURABAYA, ULTIMAGZ.com – Usai tragedi bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya dan Rusun Wonocolo di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/05/18), Facebook mengaktifkan fitur ‘Safety Check‘. Fitur ini memungkinkan pengguna memberi kabar pada orang-orang yang berada di jaringan akun Facebook-nya bahwa dirinya dalam kondisi aman.

Dilansir Liputan6.com, pengguna Facebook yang berada di sekitar lokasi terjadinya ledakan bom seperti Ngagel Madya, Surabaya menerima notifikasi Facebook pada gawainya masing-masing.

“Terjadi ledakan di Ngagel Madya, Surabaya, beritahu teman Anda baik-baik saja,” tulis notifikasi yang dikirimkan Facebook ke penggunanya seperti dikutip Cnnindonesia.com.

Setelah menerima notifikasi tersebut, pengguna dapat memilih ‘Saya aman (I’m Safe)‘ atau ‘Tidak berlaku untuk saya (Doesn’t apply to me)‘. Pilihan ‘Saya aman’ dapat dipilih jika pengguna melihat atau berada di lokasi kejadian tetapi berada dalam kondisi aman. Sedangkan pilihan ‘Tidak berlaku untuk saya’ dapat dipilih jika pengguna tidak mendapat imbas langsung dari kejadian tersebut.

Berdasarkan pantauan Detik.com, terlihat sejumlah pengguna Facebook yang berada di sekitar lokasi kejadian menandai dirinya bahwa mereka berada dalam kondisi aman.

Dengan menggunakan fitur ‘Safety Check‘, layanan milik Mark Zuckerberg ini akan membagikan kabar pengguna kepada teman-teman yang berada dalam jaringan Facebook-nya. Selain itu, penerima kabar juga dapat mengaktifkan fitur tersebut untuk saling berbagi informasi mengenai kondisi terakhir di sekitar lokasi kejadian.

Awalnya, fitur yang dirilis pada 2014 silam ini diluncurkan Facebook guna memberi informasi saat terjadi bencana alam seperti banjir atau gempa bumi. Namun, kejadian serangan teror yang sangat besar di Paris pada November 2015 turut mendorong Facebook mengaktifkan fitur ini untuk pertama kalinya pada kejadian teror. Hingga kini, Facebook kerap kali mengaktifkan fitur ini dalam beberapa kondisi darurat lainnya seperti ledakan bom.

 

Penulis: Geofanni Nerissa Arviana

Editor: Gilang Fajar Septian

Sumber: Cnnindonesia.com, Detik.com, Liputan6.com

Foto: Infomenarik-terbaru.com