• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, August 30, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Ancaman Limbah Kemasan Plastik Kosmetik di Balik Hasil Cantik

Stephanie Amelia W by Stephanie Amelia W
September 14, 2022
in Iptek, Lifestyle
Reading Time: 3 mins read
kosmetik

Ilustrasi kemasan kosmetik (Foto: parapuan.co)

0
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap dunia kecantikan, membuat adanya peluang besar bagi berbagai industri kosmetik. Sayangnya, hal ini juga menjadi salah satu ancaman besar bagi lingkungan.

Di balik banyaknya manfaat produk kosmetik, nyatanya ada dampak negatif yang akan menimpa semua orang. Sebab kemasan produk kosmetik yang biasa Ultimates gunakan sehari-hari menggunakan material plastik tidak ramah lingkungan. 

Baca juga: Greenhope Indonesia: Merancang Ulang Masa Depan Plastik

Semakin banyak produk kecantikan dengan kemasan plastik ini dijual dan dipakai, industri terus berkontribusi menjadi salah satu penyumbang sampah plastik tertinggi. Berdasarkan laporan Cosmetic Packaging Market Growth Trends and Forecasts (2020-2025), hampir 50 persen kemasan produk kosmetik terbuat dari bahan plastik. 

Hal ini didukung oleh laporan Minderoo Foundation yang mengatakan bahwa industri kosmetik global telah memproduksi lebih dari 120 miliar unit kemasan setiap tahunnya. Sebagian besar kemasan tersebut tidak dapat didaur ulang.

Padahal, plastik tidak dapat hilang begitu saja. Plastik dapat bertahan sangat lama di Bumi hingga 60-70 tahun lamanya. Plastik yang tidak dapat terurai pun akan menjadi potongan lebih kecil. Maka dari itu, hasil sampah plastik dari kemasan kosmetik yang tidak dikelola dan didaur ulang dengan baik akan menumpuk di Bumi.

Lantas, apa ancaman dan dampak yang akan terjadi jika sampah plastik tetap diabaikan?

Dampak Berbahaya Limbah Plastik

1. Mengancam kesehatan manusia

Melansir dari alodokter.com, senyawa kimia beracun dari plastik nyatanya dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara, makanan, minuman yang telah terkontaminasi limbah plastik. Limbah kemasan plastik kosmetik ini bisa menghasilkan zat karsinogenik yang dapat memicu kanker seperti kanker paru-paru, kanker payudara, kanker prostat, dan kanker testis. 

Bahkan, paparan logam berat dan mikroplastik dari plastik juga menyebabkan kerusakan kulit. Selain itu, dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh seperti gangguan saraf, masalah pencernaan, gangguan fungsi ginjal serta hati, dan masih banyak lagi. 

2. Mengancam kelestarian satwa liar

Kehidupan satwa liar kini telah menyatu dengan sampah plastik. Mereka mengira plastik adalah makanan mereka dan memberikannya kepada anak-anaknya. Alhasil, pencernaan mereka rusak. Contohnya, seekor paus yang terdampar di pantai daerah Skotlandia pada 2019. Hasil otopsi paus tersebut menyatakan ia mengonsumsi 100 kilogram sampah. 

Berdasarkan riset Eriksen dkk., lebih dari lima triliun potongan plastik yakni seberat lebih dari 250.000 ton telah mengapung di laut. Sampah plastik yang sulit terurai ini akan tetap mengambang, menghiasi, dan merusak kehidupan makhluk laut.

3. Merusak ekosistem

Banyaknya sampah kosmetik yang berasal dari kemasan plastik ini tentu sangat merusak ekosistem. Sampah plastik baik berbentuk utuh maupun telah menjadi partikel kecil dapat mengakibatkan pencemaran air. Sebab zat kimia plastik bifenil poliklorinasi dan pestisida mengontaminasi air serta meracuni juga merusak habitat makhluk hidup di sekitarnya. 

Tidak hanya itu, partikel mikroplastik, logam berat, dan zat kimia dari hasil penguraian plastik dapat masuk ke dalam lapisan tanah serta menempel pada tumbuhan yang tertanam di dalamnya. Jika sayuran atau buah tersebut dikonsumsi, akan ada banyak risiko penyakit yang terjadi dapat terjadi bagi manusia,

Baca Juga: TUGEDER Tanamkan Empati dan Edukasi Pengolahan Plastik

Proses pembakaran sampah plastik yang dilakukan secara terbuka pun dapat menimbulkan polusi udara. Adanya polusi udara ini memperparah pemanasan global dan perubahan iklim di seluruh dunia.

Untuk menangani limbah kosmetik dan mengurangi plastik, Ultimates dapat melakukan beberapa cara di infografik berikut. 

kosmetik
Infografik penanganan limbah kosmetik. (Infografik: ULTIMAGZ/Stephanie Amelia W.)

 

 

Penulis: Stephanie Amelia Wijaya

Editor: Vellanda

Foto: parapuan.co

Sumber: parapuan.co, bkpp.demakkab.go.id, alodokter.com, 

Eriksen, M., Lebreton, L. C. M., Carson H. S., Thiel, M., Moore, C.J., Borerro, J. C., Galgani, F., Ryan P. G., & Julia, R. (2014). Plastic pollution in the world’s oceans: More than 5 trillion plastic pieces weighing over 250,000 tons afloat at sea. PLOS ONE 9,(12), 1-15. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0111913 

Tags: ancaman kosmetikancaman limbah kosmetikdampak kosmetikdampak limbah kosmetikdampak sampah kosmetikekosistemekosistem kosmetikkemasan kosmetikkemasan plastikkosmetikkosmetik 2022limbah kosmetikpenanganan limbah kosmetikpenanganan sampah kosmetikplastiksampahsampah plastik
Stephanie Amelia W

Stephanie Amelia W

Related Posts

Tempe: Hasil Fermentasi Mendunia yang Berakar dari Jawa
Kuliner

Tempe: Hasil Fermentasi Mendunia yang Berakar dari Jawa

July 16, 2025
Kopi yang berasal dari feses gajah. (antaranews.com)
Lifestyle

Dari Feses Gajah ke Cangkir Kopi: Cerita di Balik Kopi Ivory

July 16, 2025
Potret salah satu bahan sushi, kani. (istockphoto.com)
Lifestyle

Sushi Kani Ternyata Bukan Kani, tapi Surimi? Ini Faktanya!

July 16, 2025
Next Post
aplikasi PeduliLindungi

Aplikasi PeduliLindungi Dapat Diakses Kembali Setelah "Maintenance"

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × one =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021