Masihkah Alam Indonesia Sekaya Lirik Lagu?

Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – “Hutannya lebat seperti rambutku. Gunungnya tinggi seperti hatiku. Lautnya luas seperti jiwaku. Alamnya ramah seperti senyumku.”

Demikian sepenggal lagu Nusantara karya Koes Plus. Lewat seluruh seri lagu Nusantara, grup band lawas yang kondang itu menggambarkan dan memuji alam Indonesia yang kaya dan asri. Namun, dengan sejuta permasalahannya, masihkah alam Indonesia sekaya lirik lagu?

Kebakaran Hutan

(Sumber: sinarharapan.co)
(Sumber: sinarharapan.co)

Terbakarnya hutan di Sumatera dan Kalimantan sudah menjadi jadwal setiap tahunnya. Kejadian ini kembali terulang di tahun 2015 sejak beberapa bulan yang lalu. Kabut asap memenuhi wilayah tersebut, bahkan sampai ke Singapura dan Malaysia. Tak ayal, sejumlah korban berjatuhan akibat penyakit pernafasan dan penyakit akibat asap lainnya.

Sejumlah aksi telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satunya adalah pembuatan hujan buatan di daerah kabut asap. Namun, hal ini masih belum membuahkan hasil. Meski kini asap mulai berkurang karena hujan yang turun dalam beberapa waktu belakangan ini, kejadian ini masih menjadi hal yang harus segera diatasi agar tak terjadi di waktu kedepannya.

Bagi kita mahasiswa, sejumlah bantuan masih bisa kita berikan kepada saudara-saudara kita di lokasi, loh. Yuk mulai bantu-membantu.

Hilangnya Lahan Hijau

(Sumber: kfk.kompas.com)
(Sumber: kfk.kompas.com)

Hutan sedikit demi sedikit dibakar untuk membangun perumahan dan perkantoran. Alhasil, Indonesia sebagai salah satu paru-paru dunia makin kehilangan hutannya. Coba tengok kota-kota besar di Indonesia. Hanya sedikit yang masih memiliki lahan hijau yang cukup untuk menampung sejumlah polusi dari kendaraan yang ada.

Sejumlah hukum mengenai lahan hijau memang telah ada. Tapi sayang, masih belum terealisasikan dengan baik. Permasalahan ini bukan saja milik pemerintah, tapi milik seluruh masyarakat Indonesia. Sebelum Indonesia makin kehilangan hijaunya, yuk, mulai lestarikan, rawat, dan hidupkan tanaman-tanaman hijau.

Eksploitasi Sumber Daya Alam

(Sumber: achmadadib.blogspot.com.com
(Sumber: achmadadib.blogspot.com)

Indonesia juga terkenal akan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, baik yang dapat diperbaharui maupun tidak. Namun apa daya, ketika SDA ini dieksploitasi oleh beberapa oknum tanpa bertanggung jawab?

Lihat saja eksploitasi SDA di sejumlah tempat, seperti Papua, Jawa Timur, dan lainnya. Eksploitasi ini tidak saja memeras SDA, tapi juga berisiko menimbulkan bencana. Contohnya saja kasus Lumpur Lapindo di Sidoarjo. Pelaku eksploitasi bisa berasal dari dalam maupun luar negeri. Ketika pelaku merupakan orang asing, ini menyedihkan. Artinya sama saja dengan pencurian SDA negeri ini bukan?

Pencurian Ikan

(Sumber: liputan6.com)
(Sumber: liputan6.com)

Sebagai negara kepulauan, Indonesia tentu memiliki wilayah laut yang luas dengan segala isinya. Sayang, ikan-ikan di laut Indonesia banyak yang dicuri negara lain. Modusnya adalah memasang bendera Indonesia di kapal ikan tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memang sudah memberlakukan ancaman peledakan kapal pencuri ikan. Hal ini perlu diapresiasi oleh masyarakat bahwa sudah ada tindakan nyata dari pemerintah. Meski begitu, perlu disayangkan bahwa beberapa kapal masih dapat lolos dari ancaman ini. Mari, kita dukung kinerja nyata pemerintah bersama-sama, dengan ikut bersikap jujur.

Generasi muda Indonesia harus mulai peka akan hal-hal seperti ini. Sadarilah, ketika kita belajar dan berpendidikan, hasil bukanlah sesuatu yang menjadi poin utama, melainkan juga prosesnya. Yuk, mulai sayangi lingkungan dari sekarang.

Penulis: Clara Rosa Cindy
Editor: Ghina Ghaliya