Sehat Raga dan Jiwa dengan Pola Makan Vegan

ilustrasi pola makan vegan plant based (ultimagz)
Ilustrasi menu makanan plant based (ULTIMAGZ/Veronica Novaria)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Beberapa tahun terakhir, pola makan nabati atau vegan mulai dilirik banyak pihak, mulai dari influencer hingga masyarakat awam. Ada banyak alasan yang menyebabkan seseorang memilih menjalani pola makan ini: hak-hak hewan, kewajiban keagamaan, hingga yang paling lumrah, keinginan untuk menjadi lebih sehat.

Alasan terakhir itulah yang menjadi motivasi Yoesi Ariyanti untuk beralih. Ibu rumah tangga, penari, dan koki masakan vegan ini merasa lebih “bebas” setelah mengenal pola makan nabati dari seorang teman pada 2013.

“Tujuh tahun yang lalu, mikirnya, kan, masih pengin kurus, tapi capek diet. Dulu, setiap kali mau makan, selalu ngitung. Enggak pernah bisa makan yang nikmat,” ujarnya ketika ditemui pertengahan Oktober lalu.

Awal mula menyicipi pola makan vegan selama lima hari dalam perjalanan ke Bangkok, Thailand, Yoesi langsung merasakan perubahan signifikan pada tubuhnya. Meski tanpa daging dan makanan olahan hewani, ia merasa cukup dan tidak kelaparan. Masalah pencernaan yang selama ini diidapnya tak lagi mengganggu. Tujuh tahun berselang, ia merasakan manfaat lain: lebih tenang dan tidak mudah marah.

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

A post shared by 𝐘𝐎𝐄𝐬𝐢 𝐀𝐑𝐢𝐲𝐚𝐧𝐢 (@yoear) on

Pengurangan konsumsi daging dan peralihan ke pola makan vegan memang banyak dikorelasikan dengan kestabilan emosi. Pasalnya, ia membantu memperbanyak bakteri baik dan mengurangi inflamasi dalam saluran percernaan kita. Dilansir dari Harvard Health Review, sebanyak 95% senyawa serotonin dalam tubuh manusia diproduksi oleh saluran pencernaan. Saat saluran pencernaan mengalami inflamasi, produksi serotonin akan terganggu, menyebabkan suasana hati yang buruk.

“Iya, toh. Kalau lagi sedih, nanti ada craving mau makan yang manis-manis. Kalau lagi marah, nanti pengin makan sambal. Kebalikannya juga. Sejak [menjadi] vegan, kayaknya juga lebih rileks karena enggak parno dengan makanan dan takut gemuk,” kata perempuan yang akrab disapa Yoear ini.

Meski begitu, Yoear sadar bahwa pola makan vegan mungkin tidak cocok dijalani sebagian orang. Ia pun tidak mengklaim pola makan vegan sebagai pola makan yang paling baik karena setiap orang punya kebutuhan yang berbeda-beda.

“Namun, untuk yang mau mencoba pola makan vegan dan atau pola makan sehat lainnya, yang paling penting itu mindset dan hatinya dulu. Kalau mindset-nya sudah kuat, niatnya sudah kuat, apapun halangannya akan mudah untuk dilalui,” pungkasnya.

 

Penulis: Charlenne Kayla Roeslie

Editor: Agatha Lintang

Foto: Veronica Novaria

Sumber: health.harvard.edu