Do You Like Brahms?: Kisah Cinta Segi Enam Musikus Klasik

Do You Like Brahms?
Poster drama "Do You Like Brahms?". (Foto: guneykoresinemasi.com)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Melodrama Korea “Do You Like Brahms?” telah mencapai akhir masa penayangannya. Mendasarkan plotnya pada kehidupan para musikus klasik, drama produksi SBS ini mengisahkan tentang bagaimana mereka menyelami perjalanan karier dan cintanya.

Cinta segi tiga mungkin sudah dianggap terlalu biasa untuk melesatkan rating drama bagi sutradara Jo Young-min. Maka dari itu, drama ini menghadirkan kisah pertalian cinta yang rumit di antara enam pemainnya. Dalam kubu persahabatan Chae Song-ah (Park Eun-bin) dan dua sahabatnya, Yoon Dong-yoon (Lee You-jin) dan Kang Min-sung (Bae Da-bin), cinta tumbuh di antara ketiganya. 

Begitu pula dalam kubu persahabatan Park Joon-young (Kim Min-jae) dan dua sahabatnya, Han Hyeon-ho (Kim Sung-cheol) dan Lee Jung-kyung (Park Ji-hyun). Bagai ingin memperparah keadaan, dua kubu persahabatan ini bertaut. Dari sanalah cinta segi enam ini bermula.

Cinta dan Musik Klasik

Park Joon-young adalah seorang pianis terkenal di dunia. Usai menempuh penggapaian karir di luar negeri, Joon-young kembali ke Seoul untuk kembali belajar di universitas yang sama, di mana Chae Song-ah menempuh studi biolanya.

Do You Like Brahms?
Chae Song-ah bermain biola dalam drama “Do You Like Brahms?”. (Foto: SBS)

Jagat musik klasik Korea Selatan yang sempit membuat keseharian mereka mau tidak mau bersentuhan. Bertemu satu sama lain, Joon-young dan Song-ah akhirnya menyadari bahwa mereka berada dalam kondisi serupa, di mana mereka menjadi orang yang tersisih akibat jalinan cinta dua sahabatnya. Tidak hanya cinta, karir dan mimpi mereka yang kini terombang-ambing juga menjadi kondisi yang dibagi keduanya.

Cinta bisa menghancurkan persahabatan. Itulah fakta yang dibuktikan oleh drama ini. Setelah menghabiskan waktu bersama, Joon-young dan Song-ah jatuh cinta dan berkencan. Baru diungkap lebih lanjut kenyataan bahwa Jung-kyung menyukai Joon-young dan Dong-yoon menyukai Song-ah. Hyeon-ho dan Min-sung yang menyadari hal tersebut dibuat marah dan persahabatan sempat putus.

Akan tetapi, persahabatan sudah seharusnya lebih kuat dari cinta. Itulah kenyataan lainnya. Di akhir cerita, persahabatan mereka kembali pulih dan keenam pemain kembali ke posisi masing-masing, menyisakan Joon-young dan Song-ah yang akhirnya berbahagia.

Dilansir dari soompi.com, penulis skenario drama, Ryu Bo-ri, mengungkap bahwa kisah cinta Joon-young dan Song-ah terinspirasi langsung dari perjalanan asmara komposer Johannes Brahms. “Do You Like Brahms?” adalah kutipan yang mengacu pada kisah komposer Brahms yang telah lama menyukai Clara Schumann, istri dari teman dekat dan rekan komposernya, Robert Schumann.

“Chae Song-ah dan Park Joon-young akan berbicara tentang cinta segitiga antara Johannes Brahms, Robert Schumann, dan Clara Schumann, dan percakapan ini akan menjadi inti dari drama,” ujar Ryu Bo-ri, dilansir dari soompi.com

Alur yang Crescendo

Keberhasilan drama ini ditopang oleh kualitas akting Kim Min-jae dan Park Eun-bin yang dengan apik sukses memerankan karakter sulit ini. Dikatakan sulit karena kedua karakter diceritakan tidak bisa menggambarkan perasaan mereka lewat kata-kata, tetapi lewat musik yang dimainkannya. Kecanggungan kental di antara keduanya, bahkan ketika sudah berkencan, menjadi pesona tersendiri pasangan ini.

Do You Like Brahms?
Park Joon-young dan Chae Song-ah dalam drama “Do You Like Brahms?”. (Foto: tabloidnyata.com)

Musik, dalam konteks ini musik klasik, menjadi medium perantara perasaan yang selalu dipendam keduanya dari orang lain. Kemampuan bermain piano dan biola juga tidak dikuasai semua aktor, tetapi keduanya memberikan penampilan terbaik seorang musikus klasik.

Hadirnya beberapa original soundtrack (OST) dari beberapa solois terkenal, seperti Gummy, Tae-yeon, Chen, dan Baek-hyun, yang dikurasi dengan cemerlang menambah keterikatan penonton dengan drama ini. Selain itu, tentunya beberapa karya agung dari komposer terkenal dunia juga kerap dimainkan, seperti Träumerei oleh Robert Schumann yang memegang peranan penting dalam melodrama ini.

Walau kisahnya menarik dan berbeda dari drama romansa kebanyakan, alur drama ini tergolong lambat. Dalam beberapa episode pertama, penonton hanya diberi gambaran samar tentang arah plot ke depan. Namun, alur drama menjadi sangat atraktif pada paruh kedua masa penayangannya. Konflik mulai berkembang dan rampung dengan akhir yang solutif dan memuaskan. Ditambah, sentuhan kecil seperti outfit tokoh yang dibuat senada memberi kepuasan visual bagi penonton.

Baca juga: “Live” Perlihatkan Kisah Dibalik Sisi Tegas, Tegar, dan Tegap Polisi

“Do You Like Brahms?” terdiri dari 16 episode yang masing-masing terdiri dari dua bagian. Mendapat rating nasional rata-rata 4,6 persen untuk episode terakhirnya, drama berakhir memiliki catatan rating yang stabil. Ultimates kini bisa menonton drama ini melalui VIU juga aplikasi streaming lainnya. 

 

Penulis: Maria Helen Oktavia

Editor: Andi Annisa Ivana Putri

Foto: guneykoresinemasi.com, tabloidnyata.com, SBS

Sumber: soompi.com, asianwiki.com