“Live” Perlihatkan Kisah Dibalik Sisi Tegas, Tegar, dan Tegap Polisi

review drama live
Poster "Live" bersama dengan personil polisi divisi patroli distrik Hongil. (Foto: Pinterest)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com ― Saat sedang bertugas, seorang polisi harus bertindak tegas. Pun saat menangani situasi sulit, mereka harus tetap tegar hati. Tak lupa sambil berdiri tegap demi menegakkan hukum. Meski begitu, drama televisi asal Korea Selatan “Live” menggambarkan berbagai kesulitan yang dihadapi polisi dalam mengambil setiap keputusan dan tindakannya di balik kewajiban mereka.

Drama yang tayang pada 2018 lalu menceritakan tentang polisi yang bekerja di divisi patroli distrik Hongil, mulai dari pangkat terendah hingga tertinggi. Secara bersama-sama, mereka bekerja dalam profesi paling sibuk dan penuh tekanan demi mendapatkan penghasilan. Fokus cerita tertuju pada tiga tokoh utama, yaitu Yeom Sang-su (Lee Kwang-soo) , Han Jeong-o (Jung Yu-mi), dan Oh Yang-chon (Bae Sung-woo). 

Bekerja sebagai polisi masa prabakti, Sang-su dan Jeong-o masih harus banyak belajar ketika terjun langsung di lapangan. Pada awalnya Sang-su dan Jeong-o masuk akademi kepolisian hanya demi mendapat pekerjaan dan gaji, tidak ada ‘panggilan’ atau rasa tanggung jawab.

Di sisi lain, mentor ‘legendaris’ mereka yang keras kepala, Yang-chon harus belajar menghadapi masalah rumah tangganya. Terlepas dari masalah yang sedang ia hadapi, Yong-chon merupakan seorang polisi jujur yang bertanggung jawab.  

Tidak mudah mengalihkan perhatian dari drama ini karena terdapat kasus baru pada setiap episodenya. Misalnya kasus pemerkosaan berantai yang membuat penonton terus menebak-nebak siapa pelakunya.

“Live” tidak seperti drama lain yang menampilkan sisi kuat tokohnya. Polisi juga manusia yang mempunyai perasaan dan rasa takut seperti adegan ketika Jeong-o harus menangani kasus pembunuhan pertamanya. “Live” memperlihatkan bahwa seorang polisi juga bisa terkejut, gugup, dan takut.

Penulis drama “Live” juga membuat emosi penonton turut terkuras ketika para penegak hukum Hongil ini diberikan hukuman yang tidak adil oleh atasan. Pasalnya tidak seperti drama bertema penegak hukum lainnya, dalam “Live” seorang polisi tidak boleh bertindak gegabah. Ada penalti menunggu pada setiap peluru, hukuman menanti setelah kekerasan, serta jabatan dan gaji diturunkan jika salah tindakan. Hampir setiap personil patroli Hongil pernah ditegur oleh atasan. Contohnya pada kasus Sang-su yang menembak pelaku saat hendak menyerangnya dengan pisau. Akibat tindakannya, ia hampir dikeluarkan dari kepolisian. 

Selain melihat aksi para polisi, “Live” juga menyajikan romansa antara Sang-su dan Jeong-o serta Yang-chon dan Jang-mi (Bae Jong-ok dengan tambahan bumbu komedi dalam dialog personil patroli Hongil. Ultimates juga dapat menitikkan air mata karena hubungan antara Yang-chon dan keluarganya.

Unsur realita kehidupan juga kental disajikan dalam drama ini. Ketidakadilan dan kesenjangan sosial diperlihatkan ketika seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat menolak untuk melakukan tes alkohol. Mereka lalu menyalahgunakan kekuasaan untuk menghukum divisi patroli Hongil yang telah menahan mereka.

Alur cerita pada “Live” bergerak maju mundur, kebanyakan adegan kilas balik terjadi saat olah TKP sehingga tidak membingungkan. Kisah “Live” ditulis oleh Noh Hee-kyung dan disutradarai Kim Kyu-tae yang sebelumnya pernah bekerja sama dalam “It’s Okay That’s Love” dan “That Winter, The Wind Blows”. Beranjak dari genre romansa kehidupan sehari-hari, kali ini keduanya mengangkat tema realita kehidupan polisi yang menampilkan sisi baik dan buruk manusia. Realita kehidupan yang keras terpotret jelas menjadi tantangan sepanjang kisah polisi divisi patroli distrik Hongil.

 

Penulis: Jessica Elisabeth Gunawan

Editor: Elisabeth Diandra Sandi

Foto: Pinterest