Membuka Pandora Isu Lingkungan Lewat Film “Before The Flood”

Adegan Leonardo DiCaprio sedang menyaksikan gletser yang meleleh di Film Before The Flood. (Foto: latimes.com)
Share:

“You are the last best hope of Earth. We ask you to protect it or we, and all living things we cherish, are history.”

-Leonardo DiCaprio (Before The Flood)

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Saat ini, permasalahan mengenai perubahan iklim sedang menjadi diskusi masyarakat dunia. Perubahan iklim menjadi permasalahan kritis dunia, tetapi masih minim sorotan dan kepedulian. Film dokumenter karya Fisher Stevens yang berjudul Before The Flood akan menjadi jembatan yang cocok untuk lebih mengerti tentang masalah perubahan iklim, dan apa dampaknya bagi manusia.

Film yang dirilis pada 2016 ini mengangkat berbagai permasalahan perubahan iklim yang terjadi di dunia. Berdurasi 96 menit, kisah ini memberikan gambaran permasalahan yang ada dan prediksi bagaimana bumi akan berubah jika permasalahan perubahan iklim tidak diperbaiki. Film ini diperankan oleh Leonardo DiCaprio dan didistribusikan oleh National Geographic.

Mengutip pemberitaan tirto.id, film Before The Flood juga mengangkat salah satu permasalahan yang ada di Indonesia, yaitu praktik pembakaran hutan yang digunakan untuk membuka lahan kelapa sawit. Salah satu kasus yang diambil ialah  ekosistem leuser di Aceh. Before The Flood mengungkapkan bahwa 80% ekosistem leuser di Aceh telah digantikan dengan kebun kelapa sawit.

Permasalahan lain yang diangkat adalah permasalahan energi di India. Berdasarkan film yang ditulis oleh Mark Monroe ini, setidaknya ada 700 juta penduduk India yang masih menggunakan biomassa dari kotoran sapi untuk memasak. Padahal, biomassa tersebut mengandung gas metana. Melansir dari kompas.com, gas metana sendiri memiliki kemampuan memanaskan bumi 21 kali lebih banyak dibandingkan dengan karbondioksida.

Before The Flood membuka pandora berbagai permasalahan emisi gas rumah kaca di berbagai belahan dunia, menguaknya satu persatu, menceritakan alasan di baliknya, dan memberikan teguran sosial kepada pihak-pihak yang sengaja atau membiarkan hal itu terjadi.

Hal lain yang menarik dalam film ini adalah, salah satu ilmuwan memprediksikan jika masyarakat di seluruh dunia berhenti menggunakan bahan bakar fosil, bumi akan memiliki cukup waktu untuk mendinginkan kembali suhunya. Manusia masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki kerusakan lingkungan yang diperbuatnya, dan memberikan kesempatan bagi bumi untuk menyembuhkan dirinya.

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena V.

Editor: Andi Annisa Ivana Putri

Sumber: tirto.id, kompas.com,

Foto: latimes.com