Mencicipi Burger Andalan Burger Bar Milik Anya Geraldine

Patty Melt Burger yang terdiri dari cheese stuffed beef patty, brioche bun, pickles, dan BBQ Sauce. Di dalam patty daging, terdapat keju mozzarella yang akan merembes keluar ketika digigit di dapur Burger Bar, Jakarta Pusat (28/02/2020). (Foto: Amartya Kejora/ULTIMAGZ)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com — Apakah Ultimates suka makan burger? Jika Ultimates sedang berada di daerah Sudirman, Jakarta, tidak ada salahnya mencoba berkunjung ke outlet burger terbaru Burger Bar milik selebgram Anya Geraldine yang berkolaborasi dengan Broadway Group Jakarta.

Berlokasi sekitar 10 menit dari MRT Setiabudi, seberang Sudirman Park, Ultimates bisa dengan mudah menemukan bangunan kecil dengan lampu neon berbentuk burger. Burger Bar sempat trending dan membentuk antrean panjang pesanan daring pada akhir November lalu saat Burger Bar ini baru berdiri. Memang, salah satu pendongkrak nama Burger Bar ini adalah selebgram Anya Geraldine yang berperan sebagai Brand Ambassador.

Pun demikian, bagaimana dengan rasa burgernya sendiri? Untuk itu, ULTIMAGZ menyempatkan diri berkunjung dan bersantap beberapa burger dan cemilan di outlet burger milik selebgram itu.

“Kita mempunyai dua burger spesial yang merupakan karya kreatif chef di sini,” tutur Marketing Manager Rakariyan Farid yang akrab dipanggil Raka (28/02/2020) dari Broadway Group Jakarta, grup yang juga mendirikan Lei Lo, restoran makanan Cina bergengsi di Senopati.

Tanpa berlama-lama, ULTIMAGZ mencoba salah satu burger spesial, yaitu Philly Cheese Burger. Burger itu tersusun dari dua brioche bun, sliced beef belly, keju, dan truffle oil. Sebelum membahas rasanya, apakah Ultimates tahu? Salah satu hal yang paling menyebalkan ketika menyantap sebuah burger adalah roti bun yang benyek, basah, atau tidak berbentuk jika didiamkan lama setelah disajikan bersama saus dan mayones. Selain itu, daging patty yang meleper ke belakang luar burger ketika disantap.

Philly Cheese Burger yang menggunakan daging sapi cincang yang diselimuti keju dan ditaburkan truffle oil. (ULTIMAGZ/Ignatius Raditya Nugraha)

Namun, Philly Cheese Burger tidak memiliki kedua masalah tersebut. Pertama, burger ini menggunakan bun yang istimewa, yaitu brioche bun. Bun ini mengandung lebih banyak mentega, empuk, dan tidak mudah benyek oleh saos dan mayones. Kedua, Philly Cheese Burger menggunakan daging sapi cincang yang diselimuti lelehan keju. Irisan daging sapi ini tak akan berkutik, menunggu disantap di antara jepitan dua brioche bun.

“Philly cheese itu sebenarnya awalnya berbentuk sandwich panjang. Di sini, kami aplikasikan ke burger,” jelas Raka.

Sambil menunggu burger spesial berikutnya, disajikan pula potato skin fries, yaitu cemilan kulit kentang yang diselimuti dengan saus barbeku. Uniknya, rasa kulit kentang goreng lebih bertekstur, asin, dan gurih, dibanding kentang goreng. Harganya pun lebih murah. Menurut Raka, menu ini juga merupakan usaha untuk tidak menyia-nyiakan bahan makanan yang masih bisa dipakai.   

Potato Skin Fries. Sesuai namanya, cemilan ini menggunakan kulit kentang yang digoreng, dan diberikan BBQ sauce. Rasanya asin dan gurih (28/02/2020). (ULTIMAGZ/Ignatius Raditya Nugraha).

Burger kedua adalah Patty Melt Burger. Burger ini terdiri dari cheese stuffed beef patty, brioche bun, acar, dan saus barbeku. Patty daging sapi ini bukan patty biasa, melainkan mengandung lelehan keju mozzarella. Ketika patty digigit, lelehan keju mozzarella akan ikut merembes keluar. Sejauh ini, Raka mengatakan bahwa belum ada outlet burger lain yang memiliki konsep burger yang sama. Dengan kata lain, burger ini secara eksklusif hanya bisa didapatkan di Burger Bar. 

Patty Melt Burger. Patty daging sapinya mengandung keju mozzarella (28/02/2020). (ULTIMAGZ/Amartya Kejora)

 

Bagi Ultimates yang ingin mencoba, tetapi tak memiliki waktu untuk datang ke tempat, Ultimates bisa menggunakan jasa layanan pengiriman makanan daring.  Ini masuk dalam kelebihan Burger Bar karena menggunakan brioche bun yang tahan banting dan tak membuat burger hancur dalam waktu yang lama. 

 

Penulis: Ignatius Raditya Nugraha

Editor: Maria Helen Oktavia

Foto: Amartya Kejora