Gerakan Pangan untuk Kemanusiaaan, Nasi Seribu bagi Kaum Rentan

ilustrasi gerakan nasi seribu (ultimagz)
Ilustrasi nasi bungkus gerakan kemanusiaan berhubungan dengan pangan: warung sarebu Bogor (Partner in Goodness). (ULTIMAGZ/M Frizki Alfian)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyepakati Sustainable Development Goals (SDGs) yang bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi bumi, serta memastikan seluruh manusia dapat menikmati perdamaian dan kemakmuran.

“Mengakhiri Kelaparan” menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam SDGs. Dalam laman resmi Program Pembangunan PBB (UNDP) disebutkan bahwa dunia ingin memastikan adanya akses pangan bagi seluruh manusia, terutama untuk kelompok miskin dan rentan.

Partner In Goodness (PING), merupakan salah satu gerakan pangan untuk kemanusiaan dalam mengatasi persoalan kelaparan. Melalui program Warung Nasi Bayar Seribu (Baru), pembeli cukup membayar Rp1.000 untuk makan sepuasnya di warung tersebut. Gerakan ini menyasar pada kaum rentan, terutama untuk tunawisma.

Pemimpin tim relawan lapangan PING Jaka Indriana mengungkapkan komunitasnya membuka Warung Nasi Baru di Jalan Suryakencana, Bogor dan Karawang selama satu kali dalam seminggu. Komunitas ini menyediakan 150 porsi makanan setiap beroperasi. 

Seluruh menu makanan di warung tersebut dimasak oleh relawan PING, “kebetulan relawan masak itu adalah mertua saya sendiri dan dibantu tante saya, karena prinsip saya ketika kita ingin mengajak kebaikan ajaklah orang terdekat dulu.”

Wawancara dengan Jaka Indriana, salah satu relawan lapangan Partners in Goodness, pada Rabu (07/10/2020). (ULTIMAGZ/Frizki Alfian)

Dalam menyiapkan makanan, tim relawan masak PING akan berbelanja bahan makanan di pagi hari kemudian mengolah bahan tersebut di salah satu rumah relawan. Pada sore hari, masakan tersebut siap dibawa ke lokasi Warung Nasi Baru.

Meski menggunakan istilah “warung”, tetapi komunitas PING menggunakan bagasi mobil untuk menata makanan serta menaruh sejumlah kursi di sekitar lokasi. Kehadiran Warung Nasi Baru ini mendapat respons yang baik dari masyarakat. Jaka mengungkapkan pelanggannya berharap agar Warung Nasi Baru dapat melayani setiap hari.

“Pelanggan itu meminta agar Warung Nasi Baru bisa buka setiap hari. Respons mereka baik, ya. Besar kemungkinan [porsi nasi] bisa kami tambah juga, mengingat pelanggan semakin banyak dan mereka sering minta tambah karena kita bebaskan untuk makan sepuas mereka,” ujar Jaka. 

Komunitas PING juga memiliki beberapa program lainnya, seperti memberikan nasi gratis setiap hari Jumat, memberikan paket umroh dan beasiswa kepada yatim piatu dan dhuafa, serta melakukan bedah rumah, musala, dan berbagai tempat lainnya.

Terlebih dengan adanya pandemi COVID-19, Jaka mengungkapkan bahwa PING menjadi lebih giat dalam membantu mereka yang mengalami kesulitan. 

“Di saat pandemi seperti ini kita harus lebih giat lagi, bahkan di saat yang lain terhalang karena Covid, justru kita semakin aktif. Entah [dengan] memberikan bantuan untuk tim kesehatan berupa set Alat Pelindung Diri (APD) atau para warga yang terdampak dengan cara membagikan sembako. Tentunya di setiap kegiatan kita selalu mematuhi anjuran pemerintah dengan menggunakan protokol kesehatan,” pungkas Jaka.

Penulis: Geiska Vatikan Isdy, Louis Brighton Putramarvino

Editor: Agatha Lintang

Foto: Frizki Alfian