Sindrom Pramenstruasi (PMS), Masa Sebelum Menstruasi

Ilustrasi perempuan yang mengalami sindrom pra-menstruasi. (Foto: pixabay.com)
Ilustrasi perempuan yang mengalami PMS. (Foto: pixabay.com)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Sindrom pramenstruasi (PMS) adalah kombinasi gejala yang dialami banyak wanita sekitar satu atau dua minggu sebelum menstruasi. Lebih dari 90 persen wanita mengatakan bahwa mereka mengalami beberapa gejala pramenstruasi, seperti kembung, sakit kepala, dan kemurungan, bersumber dari womenshealth.gov.

Gejala lain yang dialami ialah perubahan suasana hati, mengidam makanan, kelelahan, lekas marah, dan depresi. Selain itu, diperkirakan sebanyak 3 dari setiap 4 wanita menstruasi pernah mengalami beberapa bentuk sindrom pramenstruasi, dilansir dari mayoclinic.org.

Gejala PMS terjadi sejak lima hingga sebelas hari sebelum menstruasi, dan biasanya hilang begitu menstruasi dimulai. Untuk penyebab PMS sendiri, masih belum ditemukan penyebab pastinya, tetapi diperkirakan terkait dengan fluktuasi hormonal yang terjadi selama paruh kedua siklus menstruasi, dikutip dari healthline.com.

Office on Women’s Health U.S. Department of Health & Human Services mengatakan, PMS terjadi secara berbeda di tiap individu. Beberapa wanita mengalami menstruasi tanpa tanda-tanda PMS atau hanya mengalami gejala yang sangat ringan. Namun, ada beberapa wanita yang mengalami gejala PMS yang mungkin sangat parah sehingga menyulitkan mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti pergi bekerja atau sekolah.

PMS akan hilang ketika perempuan tak lagi mendapatkan menstruasi, seperti setelah menopause. Hal lain yang memengaruhi terjadinya PMS adalah kehamilan. Walaupun perempuan tak mengalami PMS ketika hamil, PMS dapat kembali lagi dengan gejala yang berbeda, dilansir dari womenshealth.gov.

Ada beberapa hal yang mampu meredakan gejala PMS, dilansir dari womenshealth.gov, yakni:

  1. Lakukan olahraga aerobik secara teratur setiap hari.

Olahraga dapat membantu mengatasi gejala PMS seperti depresi, sulit berkonsentrasi, dan kelelahan.

  1. Perbanyak makan makanan sehat.

Menghindari makanan dan minuman yang mengandung kafein, garam, dan gula dalam dua minggu sebelum menstruasi dapat mengurangi banyak gejala PMS. Selain itu, Anda bisa mempelajari lebih lanjut terkait makanan sehat yang cocok untuk wanita sebelum menstruasi.

  1. Tidur yang cukup.

Usahakan untuk tidur sekitar delapan jam setiap malam. Kurang tidur dapat memengaruhi gejala PMS, seperti depresi dan kecemasan, pun juga dapat memperburuk gejala PMS lainnya yakni kemurungan.

  1. Temukan cara sehat untuk mengatasi stres.

Bicaralah dengan teman Anda atau tulis apa yang Anda rasakan di jurnal harian. Beberapa wanita yang mempraktikkan yoga, pijat, atau meditasi mengatakan bahwa ketiga hal ini dapat membantu mengurangi gejala PMS.

  1. Jangan merokok.

Sebuah penelitian menemukan bahwa yang merokok melaporkan lebih banyak gejala PMS dan memiliki gejala PMS yang lebih buruk daripada wanita yang tidak merokok.

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena Vedasari

Editor: Xena Olivia

Foto: pixabay.com

Sumber: womenshealth.gov, mayoclinic.org, healthline.com