• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Friday, February 13, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Berita Kampus Info Kampus

Paparan Kesejahteraan Pers di Indonesia

Josephine Valencia by Josephine Valencia
April 27, 2016
in Info Kampus
Reading Time: 2 mins read
Paparan Kesejahteraan Pers di Indonesia

Dede Apriadi,Abdul Manan, Hanif Suranto, Tri Agung, dan Jimmy Silalahi dalam seminar Compress 2016 yang diadakan di Lecture Hall (LH) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) pada Selasa (26/4).

0
SHARES
149
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Anggota Dewan Pers Jimmy Silalahi, redaktur Tempo Abdul Manan, pemimpin redaksi NET TV Dede Apriadi, dan ketua advokasi Persatuan Wartawan Indonesia Tri Agung memberi pemaparan mengenai kesejahteraan pers di Indonesia dalam seminar Commpress 2016 yang bertajuk “Kesejahteraan Terbatas di Atas Kertas?”. Seminar tersebut diadakan di Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Selasa (26/4).

Menurut Abdul, belum terlalu banyak riset yang dilakukan mengenai kesejahteraan jurnalis. Namun, dirinya mengakui tahu beberapa riset yang telah dilakukan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), yang hasilnya mengatakan bahwa gaji jurnalis di beberapa daerah seperti Jawa Timur, Medan, dan Jogja, masih di bawah 500ribu, 200ribu, bahkan di bawah 100ribu Rupiah. “Hal ini disebabkan karena para jurnalis bekerja di media non-mainstream yang kebanyakan berada di daerah dan bukan karyawan tetap suatu media, namun hanyalah koresponden yang gajinya dihitung dari seberapa banyak memproduksi berita,” jelasnya.

Di lain pihak, Dede mengungkapkan, gaji jurnalis di NET TV dipastikan di atas UMR (Upah Minimum Regional). “Kalau di NET sendiri, gaji fresh graduate pasti di atas 4juta dan diberikan sebanyak 14 kali. Ada juga bonus yang diberikan,” terang Dede.

Sedangkan menurut Agung, kendala yang dihadapi media dalam menggaji jurnalis ada pada persaingan antar media. Sejumlah media cetak tutup karena pendapatan iklan dan sirkulasi semakin menurun. “Ancaman bukan datang hanya dari pendapatan tapi juga dari kebiasaan membaca juga. Media online juga sudah memasuki posisi senjakala,” ujar Agung.

Maka dari itu, menurut Jimmy, media tidak boleh dijadikan sebagai tempat mengejar uang. “Kalau mau kaya jangan jadi wartawan. Orientasi media sebagai tempat pembelajaran, untuk mendapat pengetahuan dan bukan untuk cepat kaya,” jelasnya.

Seminar bertemakan kesejahteraan jurnalis Indonesia ini merupakan rangkaian acara kedua dari Commpress 2016. Selanjutnya, rangkaian acara ketiga Commpress 2016 akan dilaksanakan pada Kamis (28/4) mendatang, yaitu screening film “Di Balik Frekuensi”, di tempat yang sama.

Penulis: Josephine Valencia
Editor: Alif Gusti Mahardika
Fotografer: Benedict Wiyanjaya

Tags: 2016compresscompress 2016info kampusJurnalistikultimagzumnUniversitas Multimedia Nusantara
Josephine Valencia

Josephine Valencia

Related Posts

HUNT
Event

Mahasiswa UMN Gelar Treasure Hunt di Kampus lewat HUNT UMN 2025

December 9, 2025
Pemberian selempang dan sertifikat kepada finalis Duta Anti Narkoba di Lecture Theatre, Universitas Multimedia Nusantara pada Kamis (27/11/25). (ULTIMAGZ/Gabri Perboire)
Berita Kampus

Duta Anti Narkoba UMN 2025: Melahirkan Agen Perubahan Kampus

December 1, 2025
Peserta KRS kategori 1 SKS
Event

Kompetisi Rakus Sopan (KRS) Hadirkan Lomba Makan Cepat Di UMN

November 27, 2025
Next Post
Jimmy Silalahi: Wartawan Tak Bisa Disamakan dengan Buruh

Jimmy Silalahi: Wartawan Tak Bisa Disamakan dengan Buruh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 1 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021